Tragedi di Medan: Suami Tega Habisi Nyawa Istri Akibat Diduga Cemburu

Kota Medan digegerkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang wanita bernama Yap Siu Lin (55), yang menjadi korban pembunuhan oleh suaminya sendiri, Alang (58). Insiden berdarah ini terjadi di kediaman mereka di Jalan Wahidin Lama, Kecamatan Medan Area.

Kepolisian Sektor Medan Area, melalui Kapolsek AKP Dwi Himawan Chandra, mengungkapkan bahwa motif di balik pembunuhan ini diduga kuat dilatarbelakangi oleh masalah kecemburuan. "Motif sementara yang kami dapatkan adalah cemburu," ujar AKP Dwi Himawan Chandra.

Menurut keterangan yang dihimpun dari para saksi, korban sehari-harinya aktif dalam kegiatan sosial di sebuah yayasan. Yap Siu Lin seringkali terlibat dalam pembagian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Aktivitas inilah yang diduga memicu kecurigaan dan rasa cemburu pelaku.

"Belakangan ini, suami korban selalu ikut serta dalam kegiatan sosial yang dilakukan oleh istrinya. Hal ini diduga karena adanya perasaan cemburu," imbuh Kapolsek.

Sebelum kejadian nahas tersebut, pasangan suami istri ini sempat terlibat dalam pertengkaran mulut. Tak lama berselang, adik korban yang tinggal di lantai dua rumah tersebut mendengar suara teriakan histeris. Bergegas turun ke lantai satu, sang adik mendapati kakaknya sudah tergeletak bersimbah darah di lantai kamar.

"Dari hasil olah tempat kejadian perkara, ditemukan luka tusuk pada tubuh korban yang diperkirakan mencapai 24 tusukan. Alat yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban adalah pisau dan gunting," jelas AKP Dwi Himawan Chandra.

Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, pelaku dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat amukan massa setelah kejadian.

Peristiwa berdarah ini terjadi pada Rabu (11/6/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Adik korban yang mendengar keributan dan teriakan langsung turun ke lantai bawah dan menyaksikan sendiri bagaimana pelaku dengan keji menikam korban.

"Adik korban sempat berteriak meminta tolong sambil berlari keluar rumah. Ia juga mengunci pintu rumah dari luar untuk mencegah pelaku melarikan diri," terang Kapolsek.

Tak lama kemudian, teman korban berinisial L dan beberapa warga lainnya datang ke lokasi untuk memberikan pertolongan. L mencoba masuk ke dalam rumah dengan memanjat dari lantai dua. Namun, saat berusaha melerai, L justru menjadi korban penusukan oleh pelaku.

Massa yang geram dengan tindakan pelaku kemudian melakukan aksi main hakim sendiri. Pelaku akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Medan Area.

Korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Pirngadi. Jenazah korban kemudian dipindahkan ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi lebih lanjut. "Pelaku saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara karena luka-luka yang dideritanya akibat amukan massa. Kami masih terus mendalami motif sebenarnya dari pembunuhan ini," pungkas AKP Dwi Himawan Chandra.