Pochettino Tegaskan Otoritas dalam Pengelolaan Pemain Timnas AS: Pulisic Tak Bisa Atur Jadwal Sendiri
Mauricio Pochettino, pelatih Tim Nasional Amerika Serikat, baru-baru ini memberikan pernyataan tegas terkait pengelolaan pemain, khususnya menanggapi keinginan Christian Pulisic untuk berpartisipasi dalam laga persahabatan jelang Piala Emas Concacaf 2025. Pochettino menekankan bahwa keputusan terkait partisipasi pemain sepenuhnya berada di tangan tim pelatih, dan pemain tidak memiliki hak untuk menentukan jadwal bermain mereka sendiri.
Persoalan ini bermula ketika Pulisic mengungkapkan alasannya absen dari Piala Emas 2025, sebuah turnamen penting bagi kawasan Amerika Utara dan Tengah. Pulisic menyatakan bahwa dirinya membutuhkan istirahat setelah menjalani jadwal padat dengan memperkuat AC Milan dan Timnas AS dalam dua tahun terakhir, dengan total sekitar 120 pertandingan. Meski absen di Piala Emas, Pulisic menyampaikan keinginannya untuk tetap bermain dalam dua laga uji coba melawan Turki dan Swiss yang digelar pada tanggal 7 dan 10 Juni. Laga-laga ini dipandang sebagai persiapan terakhir sebelum Piala Emas dimulai.
Keinginan Pulisic tersebut ditolak oleh Pochettino. Sang pelatih menegaskan bahwa Pulisic tidak bisa dengan seenaknya mengatur kapan ia bersedia bermain untuk timnas. Pochettino menekankan pentingnya pemain untuk mematuhi rencana yang telah ditetapkan oleh tim pelatih. Ia juga menambahkan bahwa dirinya adalah pelatih kepala dan bukan seseorang yang bisa didikte oleh pemain.
"Para pemain harus mendengarkan dan mengikuti rencana kami. Mereka tidak bisa mendikte rencana," ujar Pochettino seperti dikutip dari ESPN. "Hal terpenting adalah kami menjelaskan mengapa kami memutuskan untuk tidak membawanya dalam dua laga persahabatan."
Pochettino menambahkan bahwa keputusan untuk tidak melibatkan Pulisic dalam laga persahabatan merupakan bagian dari rencana yang lebih besar, yaitu mempersiapkan Pulisic untuk tampil maksimal di Piala Emas. Ia juga menegaskan bahwa hubungannya dengan Pulisic tetap baik dan profesional.
"Rencana awal kami adalah membawanya bermain tidak hanya dalam dua laga persahabatan, tetapi di Piala Emas," jelas Pochettino.
Pernyataan Pochettino ini menggarisbawahi pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap arahan pelatih dalam sebuah tim. Ia juga ingin memastikan semua pemain merasakan rasa hormat yang sama dari staf pelatih.
Timnas AS sendiri akan memulai perjuangan mereka di Piala Emas 2025 dengan menghadapi Trinidad dan Tobago pada tanggal 16 Juni di PayPal Park, San Jose.