Eskalasi Konflik Timur Tengah: Trump Desak AS Jauhi Serangan Israel ke Iran
Trump Tegaskan Amerika Serikat Tidak Terlibat dalam Serangan Israel ke Iran
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menyatakan bahwa AS tidak memiliki keterkaitan dengan serangan yang dilancarkan Israel terhadap Iran. Pernyataan ini disampaikan melalui platform media sosial Truth Social pada Minggu (15/6/2025), di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Trump memperingatkan Iran agar tidak menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik yang sedang berlangsung. "Jika kami diserang dengan cara apa pun, bentuk atau wujud apa pun oleh Iran, kekuatan penuh dan kekuatan Angkatan Bersenjata AS akan menyerang Anda pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya," tegasnya.
Kendati demikian, Trump juga menyampaikan optimismenya terkait potensi tercapainya kesepakatan antara Iran dan Israel. Ia meyakini bahwa konflik berdarah yang terjadi dapat diakhiri melalui perundingan yang konstruktif. Sebelumnya, Trump diketahui memberikan ultimatum kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan nuklir. Kegagalan dalam mencapai kesepakatan tersebut, menurut Trump, akan berakibat pada konsekuensi yang serius.
Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mendesak Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menunda serangan terhadap Iran guna memberikan ruang bagi upaya negosiasi. Namun, dengan berlalunya batas waktu yang diberikan, serangan Israel akhirnya terjadi.
"Saya tidak tahu apakah Anda tahu, tetapi saya memberi mereka peringatan 60 hari dan hari ini adalah hari ke-61," kata Trump kepada CNN usai serangan Israel ke Iran pada Jumat (13/6).
Situasi di Timur Tengah saat ini semakin memanas, dan peran Amerika Serikat menjadi sorotan utama. Pernyataan Trump ini mengindikasikan adanya upaya untuk menjaga jarak dari konflik langsung, sambil tetap membuka peluang bagi solusi diplomatik. Implikasi dari perkembangan ini terhadap stabilitas regional dan kebijakan luar negeri AS masih perlu dicermati lebih lanjut.