Pasca Serangan ke Iran, Israel Perketat Keamanan Diplomatik Global
Pasca serangan yang dilancarkan ke wilayah Iran, Israel mengambil langkah antisipasi dengan menutup sementara seluruh kantor kedutaan besarnya di berbagai negara. Langkah drastis ini diambil sebagai bentuk peningkatan keamanan dan perlindungan terhadap potensi ancaman yang mungkin timbul akibat eskalasi konflik regional.
Selain penutupan kantor kedutaan, pemerintah Israel juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh warganya yang berada di luar negeri untuk meningkatkan kewaspadaan. Peringatan ini mencakup anjuran untuk menghindari penggunaan atau pemajangan simbol-simbol yang dapat mengidentifikasi mereka sebagai warga negara Israel atau terkait dengan agama Yahudi. Tujuannya adalah untuk meminimalisir risiko menjadi target serangan atau tindakan diskriminatif di tengah meningkatnya ketegangan.
Kedutaan Besar Israel secara resmi mengumumkan penutupan sementara ini melalui situs web mereka. Dalam pengumuman tersebut, ditegaskan bahwa selama masa penutupan, pelayanan konsuler tidak akan tersedia. Warga negara Israel yang berada di luar negeri diimbau untuk bekerjasama penuh dengan aparat keamanan setempat jika mendapati aktivitas mencurigakan atau menghadapi situasi yang mengancam keselamatan.
Mengenai jangka waktu penutupan, pihak kedutaan belum memberikan keterangan lebih lanjut. Seorang sumber dari Kedutaan Besar Israel di Berlin menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait alasan penutupan dan potensi dampaknya. Kementerian Luar Negeri Israel juga belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari berbagai pihak.
Sebagai langkah preventif tambahan, pemerintah Israel meminta seluruh warganya yang berada di luar negeri untuk mengisi formulir yang disediakan oleh Kementerian Luar Negeri. Formulir ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai lokasi dan kontak warga Israel di berbagai negara. Pendataan ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengkoordinasikan bantuan dan evakuasi jika situasi memburuk. Langkah serupa pernah dilakukan setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang bertujuan untuk memfasilitasi pemulangan pasukan cadangan dan mengatur penerbangan evakuasi bagi warga negara Israel yang terjebak di zona konflik.
"Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, seluruh perwakilan Israel di seluruh dunia akan ditutup sementara dan pelayanan konsuler tidak akan diberikan," demikian bunyi pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Israel. Langkah ini mencerminkan keseriusan pemerintah Israel dalam menjaga keamanan warga negara dan aset diplomatiknya di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks dan tidak menentu.