Kabupaten Bandung Berupaya Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi yang Masih Tinggi

Kabupaten Bandung tengah berupaya keras menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih tergolong tinggi di wilayah Jawa Barat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung mencatat, hingga tahun 2024, terdapat 44 kasus kematian ibu melahirkan dan 407 kasus kematian bayi.

Kepala Dinkes Kabupaten Bandung, Yuli Irnawati Mojasari, mengakui bahwa angka kematian ibu masih menjadi perhatian serius. Meskipun Kabupaten Bandung berada di urutan kelima tertinggi di Jawa Barat, pihaknya terus berupaya menurunkan angka tersebut. "Walaupun kelima ataupun keberapa pun, intinya kalau masih tinggi kematian, kami akan terus berupaya untuk menurunkannya," ujar Yuli.

Dinkes Kabupaten Bandung mengambil langkah cepat dengan melakukan audit terhadap setiap kasus kematian ibu dan bayi. Audit ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kematian dan melakukan perbaikan sistem pelayanan kesehatan. Langkah-langkah pencegahan juga terus diupayakan agar kasus serupa dapat terdeteksi lebih awal.

Salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu dan bayi adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kehamilan sejak dini. Banyak ibu hamil yang baru memeriksakan diri saat akan melahirkan, sehingga komplikasi yang mungkin terjadi tidak dapat ditangani secara optimal.

"Jadi, sudah mau melahirkan, baru diperiksa. Ternyata ada penyulit-penyulit. Kalau sejak bulan kedua atau ketiga datang, dan misalnya ada tekanan darah tinggi atau anemia, itu masih bisa ditangani sehingga saat melahirkan kondisinya sudah stabil," jelas Yuli.

Idealnya, ibu hamil harus memeriksakan kehamilannya minimal enam kali selama masa kehamilan, baik di Posyandu, bidan, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Untuk mengatasi masalah ini, Dinkes Kabupaten Bandung terus menjalankan berbagai program, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pendampingan dari dokter spesialis.

Program-program tersebut meliputi:

  • Peningkatan dan pelatihan kemampuan tenaga penolong persalinan, baik dokter maupun bidan di desa.
  • Penyediaan peralatan pemeriksaan yang lebih lengkap di Puskesmas dan desa.

Target utama Dinkes Kabupaten Bandung adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi hingga di bawah target nasional. Yuli berharap, tidak ada lagi kasus kematian ibu saat melahirkan. "Intinya satu pun tidak boleh. Harapannya, tidak ada lagi kematian ibu saat melahirkan. Kami terus berusaha," tegasnya.