Kabupaten Bogor Hadapi Tantangan Pengangguran: Data BPS Mencatat 210 Ribu Penganggur
Kabupaten Bogor tengah menghadapi tantangan serius terkait tingginya angka pengangguran. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024, jumlah penganggur di wilayah ini mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu 210.000 orang.
Angka ini setara dengan 7,34 persen dari total angkatan kerja di Kabupaten Bogor yang berjumlah 2,86 juta jiwa. Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, mengungkapkan bahwa data ini diperoleh dari penghitungan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang dilakukan oleh BPS.
Namun, terdapat perbedaan data antara BPS dan pendataan internal yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Pendataan internal yang dilakukan secara by name by address oleh masing-masing desa menunjukkan angka pengangguran yang lebih rendah, yaitu sekitar 80.000 orang. Nana menjelaskan bahwa pendataan by name by address melibatkan perangkat desa dalam proses verifikasi data, sehingga diharapkan data yang diperoleh lebih akurat dan sesuai dengan kondisi lapangan.
"Dari by name by address itu ternyata kita masih di bawah angka provinsi dan nasional," ujar Nana.
Untuk mengatasi masalah pengangguran ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya untuk menciptakan lapangan kerja dan memfasilitasi para pencari kerja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar pameran bursa kerja (job fair) di Gelanggang Olahraga (GOR) Pakansari, Cibinong. Acara ini disambut antusias oleh masyarakat, dengan ratusan pencari kerja yang memadati lokasi sejak pagi hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, mayoritas peserta job fair adalah lulusan SMA hingga perguruan tinggi. Mereka tampak membawa berkas lamaran kerja dan berpakaian formal, menunjukkan keseriusan mereka dalam mencari pekerjaan. Panitia membagi peserta ke dalam beberapa gelombang untuk mengatur alur wawancara dan penyerahan berkas lamaran langsung ke perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi.