Kemenhan Tegaskan Belum Ada Kontrak Pembelian Kendaraan Taktis Listrik "Pandu" Meski Sudah Diluncurkan Prabowo
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kontrak pengadaan untuk kendaraan taktis (rantis) listrik MV3-EV "Pandu" yang diproduksi oleh PT Pindad. Penegasan ini disampaikan meskipun kendaraan tersebut telah diperkenalkan kepada publik dan bahkan mendapatkan dukungan simbolis dari Presiden Prabowo Subianto saat peluncurannya di ajang Indo Defence 2024.
Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas Inkiriwang, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan RI, menjelaskan bahwa kehadiran Presiden Prabowo saat peluncuran dan penandatanganan di kendaraan taktis Pandu merupakan wujud dukungan pemerintah terhadap inovasi teknologi ramah lingkungan di sektor pertahanan. "Penandatanganan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan teknologi ramah lingkungan di sektor pertahanan. Namun demikian, perlu ditegaskan bahwa belum ada kontrak pembelian untuk kendaraan taktis Pandu," ujarnya.
Saat ini, Kemenhan dan PT Pindad masih melakukan serangkaian kegiatan penting seperti kajian teknis mendalam, serangkaian uji coba untuk mengukur performa dan keandalan, serta evaluasi komprehensif terhadap kesiapan operasional kendaraan tersebut. Proses ini bertujuan untuk menentukan apakah dan bagaimana kendaraan taktis listrik ini dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam sistem pertahanan nasional.
Menanggapi pertanyaan mengenai potensi pengadaan kendaraan taktis Pandu oleh Kemenhan atau pemanfaatannya dalam operasional Tentara Nasional Indonesia (TNI), Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang menyatakan bahwa peluang tersebut masih terbuka lebar. "Potensi pengadaan oleh Kemenhan atau TNI sangat terbuka, terutama untuk mendukung armada non-tempur yang berfokus pada penggunaan energi listrik," jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap keputusan terkait pengadaan akan didasarkan pada hasil evaluasi yang ketat, mempertimbangkan kebutuhan spesifik, dan disesuaikan dengan perencanaan anggaran yang matang. Proses ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan memperkuat industri pertahanan dalam negeri.
Kendaraan taktis MV3-EV Pandu pertama kali diperkenalkan kepada publik pada ajang Indo Defence 2024 yang diselenggarakan pada hari Rabu, 11 Juni 2025. Peluncuran kendaraan ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara pembukaan Indo Defence. Kendaraan ini merupakan hasil pengembangan PT Pindad sebagai bagian dari transformasi menuju sistem pertahanan nasional yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Berikut poin penting dalam pengembangan kendaraan taktis listrik "Pandu":
- Dukungan Pemerintah: Penandatanganan oleh Presiden Prabowo menunjukkan dukungan terhadap inovasi ramah lingkungan di sektor pertahanan.
- Tahap Evaluasi: Kemenhan dan PT Pindad masih melakukan kajian teknis, uji coba, dan evaluasi operasional.
- Potensi Pengadaan: Peluang pengadaan oleh Kemenhan/TNI terbuka, khususnya untuk armada non-tempur berbasis listrik.
- Evaluasi Ketat: Keputusan pembelian akan mempertimbangkan kebutuhan, perencanaan anggaran, dan TKDN.
- Pengembangan PT Pindad: Bagian dari transformasi menuju sistem pertahanan yang lebih ramah lingkungan dan mandiri.