Mendes PDT Ajak Pemuda Desa Aktif dalam Koperasi Merah Putih: Peluang Usaha Tanpa Jaminan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto menyerukan kepada generasi muda di desa untuk mengambil peran aktif dan konstruktif dalam pembangunan desa. Salah satu caranya adalah dengan berpartisipasi dalam Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Dalam acara Apel Pemuda Pelopor Siaga Membangun Desa di Desa Jatake, Pangedangan, Tangerang, Yandri menekankan pentingnya peran pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia menyoroti bahwa selain potensi dan prestasi yang dimiliki, pemuda desa juga rentan terhadap masalah seperti penyalahgunaan narkoba dan judi online yang semakin merambah wilayah pedesaan.

"Narkoba sudah masuk ke desa-desa, korbannya banyak pemuda. Judi online juga menjalar, korbannya rakyat miskin termasuk pemuda kita," ujarnya, seraya mengajak pemuda untuk mengalihkan energi mereka ke kegiatan yang lebih positif.

Yandri menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih menawarkan peluang bagi pemuda desa untuk mengembangkan usaha sesuai dengan potensi lokal. Salah satu keunggulan program ini adalah akses pinjaman modal tanpa agunan, yang sangat membantu pemuda yang baru memulai usaha.

Pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 Kopdes Merah Putih pada akhir Juni 2024, yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Hari Koperasi di bulan Juli. Yandri berharap agar para lulusan SMA dan perguruan tinggi tidak terpaku pada pekerjaan di kota, melainkan memilih untuk berkontribusi dan berkembang di desa.

"Saya berharap para sarjana dan tamatan SMA tidak berbondong-bondong ke kota yang meningkatkan urbanisasi. Tapi bergerak ke desa, mantap di desa. Tidak perlu malu jadi orang desa karena desa sekarang sangat membanggakan," tegasnya.

Yandri menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo memiliki banyak program yang fokus pada pembangunan desa, seperti program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Program-program ini diharapkan dapat menjadi lahan bisnis bagi masyarakat desa, terutama pemuda.

"Kita butuh telur, ikan, cabai, sayuran, buah-buahan, dan semua itu ada di desa-desa di seluruh Indonesia," jelas Yandri, menekankan potensi besar yang dimiliki desa dalam memenuhi kebutuhan nasional.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, Peneliti Senior BRIN Siti Zuhro, Pj Sekda Banten Deden Apriandhi, dan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.

Peluang Usaha di Desa

Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih membuka berbagai peluang usaha bagi pemuda di desa, antara lain:

  • Pertanian: Produksi dan pengolahan hasil pertanian seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman pangan.
  • Peternakan: Pengembangan usaha peternakan ayam, ikan, kambing, atau sapi.
  • Perikanan: Budidaya ikan air tawar atau air payau.
  • Kerajinan: Pembuatan kerajinan tangan khas daerah.
  • Kuliner: Pengembangan usaha makanan dan minuman tradisional.
  • Jasa: Penyediaan jasa seperti perbaikan alat pertanian, transportasi, atau pariwisata.

Dengan adanya Kopdes Merah Putih, diharapkan pemuda desa dapat lebih berdaya dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi desa.