IHSG Diprediksi Bergerak Moderat, IPOT Rekomendasikan Saham-Saham Berikut

Analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menunjukkan pergerakan yang relatif stabil atau melandai pada pekan ini. Proyeksi ini menempatkan level support IHSG di angka 6.994 dan resistance di 7.239.

Menurut Equity Analyst IPOT, Imam Gunadi, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada dua agenda utama, yaitu pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dan eskalasi konflik antara Israel dan Iran. FOMC diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate).

Konflik Israel-Iran menimbulkan kekhawatiran global terkait potensi perang yang lebih luas di Timur Tengah. Beberapa negara seperti Lebanon (melalui Hezbollah), Suriah, dan Yaman (Houthi) berpotensi terseret dalam konflik ini. Kemungkinan intervensi dari negara-negara dengan kekuatan militer besar, seperti Amerika Serikat (AS), juga menjadi perhatian.

Menanggapi perkembangan pasar yang dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik ini, IPOT merekomendasikan beberapa saham di sektor energi dan pertambangan. Saham-saham ini dinilai memiliki potensi untuk memberikan imbal hasil yang menarik bagi investor.

Berikut adalah rekomendasi saham dari IPOT:

  • MEDC (PT Medco Energi Internasional Tbk):

    • Entry: 1400
    • Target: 1500
    • Stop Loss: <1360

    Konflik Israel-Iran berpotensi memicu kenaikan harga minyak global karena kekhawatiran terganggunya jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi ekspor minyak dunia, dengan sekitar 20% pasokan minyak global melewati jalur ini setiap harinya. Negara-negara seperti Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk mengirimkan minyak mentah ke pasar-pasar global di Asia, Eropa, dan Amerika. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan ini dapat menyebabkan lonjakan harga minyak.

  • ELSA (PT Elnusa Tbk):

    • Entry: 520
    • Target: 545
    • Stop Loss: <505

    Sama seperti MEDC, ELSA juga dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak akibat kekhawatiran gangguan Selat Hormuz menjadi katalis positif bagi saham ini. Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilewati 20% pasokan minyak dunia setiap hari, dan negara-negara pengekspor minyak utama sangat bergantung pada jalur ini.

  • ANTM (PT Aneka Tambang Tbk):

    • Entry: 3350
    • Target: 3600
    • Stop Loss: <3240

    Ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran memicu peningkatan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk emas. Goldman Sachs memproyeksikan harga emas dunia akan mencapai 3.700 dollar AS per t.oz pada akhir 2025. Bank of America (BofA) bahkan memprediksi harga emas dapat mencapai kisaran 4.000 dollar AS per t.oz dalam 12 bulan ke depan, dengan konflik Timur Tengah sebagai pendorong utama.

Perlu diingat bahwa rekomendasi saham ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan kondisi pasar. Investor disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.