Menteri PANRB Dorong ASN Muda Jadi Pelopor Transformasi Birokrasi Berbasis Hasil

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menekankan peran krusial Aparatur Sipil Negara (ASN) muda sebagai penggerak utama reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil nyata. Penegasan ini disampaikan dalam acara penutupan Orientasi Wawasan dan Tugas (Orwastu) CPNS Kementerian PANRB Tahun Anggaran 2024, yang diikuti oleh 53 CPNS baru.

Rini Widyantini, dalam sambutannya, menyampaikan selamat kepada para CPNS dan mengajak mereka untuk menjadi generasi pembaharu dalam birokrasi. Ia menekankan bahwa ASN muda bukan hanya pegawai biasa, melainkan agen perubahan yang membawa semangat baru untuk mewujudkan birokrasi yang lebih responsif, bersih, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Rini yang memulai karirnya sebagai staf urusan kelembagaan mengajak CPNS untuk menjadikan orientasi sebagai momentum untuk membentuk ASN yang tangguh, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan.

ASN muda diharapkan menjadi intrapreneur, yaitu inovator yang mampu membawa ide-ide segar, menawarkan solusi konstruktif, dan menciptakan perubahan positif, dimulai dari lingkungan kerja terdekat hingga tata kelola birokrasi secara menyeluruh. Rini mencontohkan negara-negara seperti Estonia dan Denmark yang telah menerapkan layanan publik proaktif, di mana dokumen dan jaminan layanan diberikan secara otomatis kepada warga negara sejak lahir, tanpa memerlukan permohonan langsung. Ia menggambarkan visi birokrasi masa depan di mana negara secara otomatis memproses akta kelahiran, kartu identitas anak, dan bahkan mendaftarkan ke BPJS segera setelah bayi lahir.

Untuk mewujudkan birokrasi yang transformatif, Rini menekankan pentingnya memperkuat kompetensi digital ASN, membangun kembali kepercayaan publik, serta menumbuhkan budaya kerja yang adaptif dan lincah. Ia mendorong ASN muda untuk menumbuhkan tiga sikap utama, yaitu:

  • Integritas
  • Inovatif
  • Berpikir jauh ke depan (forward thinking)

Sikap-sikap ini menjadi fondasi dalam menciptakan birokrasi yang berdampak positif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Rini juga menyoroti kisah inspiratif Jaya Setiawan Gulo, seorang ASN muda yang berhasil menggagas inovasi Custom Declaration Online di Bea Cukai Kualanamu. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa usia muda bukanlah hambatan untuk memberikan kontribusi yang signifikan. Ia mengajak ASN muda untuk memanfaatkan keunggulan sebagai generasi digital untuk mempercepat transformasi birokrasi.

Menutup arahannya, Rini menekankan bahwa menjadi ASN bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan untuk mengabdi dan berkontribusi dalam pembangunan negara. Ia mengajak para CPNS untuk terus belajar, berpikir kritis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK) sebagai panduan moral dalam menjalankan tugas. Rini meyakini bahwa ASN muda adalah harapan bangsa dan mengajak mereka untuk bekerja dengan sepenuh hati, teguh, dan amanah.