Samator Indo Gas Tebar Dividen Rp 8,56 Per Saham, Catat Jadwalnya!
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) mengumumkan pembagian dividen tunai kepada para pemegang sahamnya untuk Tahun Buku 2024. Keputusan ini merupakan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang telah dilaksanakan. Total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp 26,24 miliar, atau setara dengan Rp 8,56 per lembar saham.
Manajemen AGII menyampaikan bahwa dividen tunai ini akan diberikan kepada para pemegang saham yang namanya telah tercatat secara resmi dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 25 Juni 2025 pukul 16.00 WIB. Pencatatan ini dikenal sebagai Recording Date. Selain itu, pemilik saham yang tercatat pada sub rekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal yang sama juga berhak menerima dividen tersebut.
Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen AGII yang perlu diperhatikan oleh para investor:
- Cum dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 23 Juni 2025
- Ex dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 24 Juni 2025
- Cum dividen di Pasar Tunai: 25 Juni 2025
- Ex dividen di Pasar Tunai: 26 Juni 2025
- Recording Date (Tanggal Pencatatan): 25 Juni 2025
- Pembayaran Dividen: Paling lambat 17 Juli 2025
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, AGII mencatatkan laba bersih sebesar Rp 104,94 miliar pada tahun 2024. Angka ini mengalami penurunan sebesar 36,55 persen jika dibandingkan dengan laba bersih tahun 2023 yang mencapai Rp 165,41 miliar. Meskipun demikian, pendapatan perseroan mengalami peningkatan sebesar 3,1 persen, dari Rp 2,82 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp 2,91 triliun pada tahun 2024.
Dari sisi arus kas, arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp 273,25 miliar pada tahun 2024, mengalami penurunan signifikan sebesar 58,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 659,19 miliar. Total aset AGII mengalami pertumbuhan sebesar 2,7 persen menjadi Rp 8,01 triliun hingga akhir tahun 2024. Sementara itu, total liabilitas perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 3,8 persen menjadi Rp 4,22 triliun.