Serangan Gencar Israel Sasar Fasilitas Kesehatan di Iran, Puluhan Korban Berjatuhan

Gelombang serangan yang diduga dilancarkan oleh Israel kembali menyasar fasilitas kesehatan di Iran. Rumah Sakit Farabi di Kermanshah dan Rumah Sakit Anak Hakim di Teheran Selatan dilaporkan menjadi target serangan pada Senin (16/6/2025) dan Selasa (17/6/2025), menyebabkan kerusakan parah dan menimbulkan korban luka di antara pasien serta tenaga medis.

Pemerintah Iran melalui berbagai saluran diplomatik dan pernyataan resmi mengecam keras agresi ini. Serangan terhadap fasilitas kesehatan dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, mengingat rumah sakit dan fasilitas medis sejenis dilindungi oleh hukum humaniter internasional. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, bahkan menyebut serangan ini sebagai kejahatan perang dan mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas.

Kementerian Kesehatan Iran merilis data yang menunjukkan dampak mengerikan dari serangan udara yang berlangsung selama 65 jam. Lebih dari 1.400 orang menjadi korban, dimana mayoritas (lebih dari 90%) adalah warga sipil. Serangan tersebut diklaim tidak hanya menargetkan lokasi militer dan fasilitas nuklir, tetapi juga menyasar infrastruktur publik, kawasan permukiman, dan fasilitas medis, menunjukkan pola serangan yang meluas dan tidak pandang bulu.

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah agresi Israel pada Jumat (13/6/2025) yang merenggut nyawa puluhan orang, termasuk seorang komandan militer Iran berpangkat tinggi, ilmuwan nuklir, dan sejumlah warga sipil. Rangkaian serangan ini meningkatkan ketegangan regional dan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Berikut poin-poin penting dari kejadian ini:

  • Serangan Israel menyasar Rumah Sakit Farabi di Kermanshah dan Rumah Sakit Anak Hakim di Teheran Selatan.
  • Kerusakan signifikan dan korban luka di antara pasien dan tenaga medis dilaporkan.
  • Pemerintah Iran mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan kejahatan perang.
  • Lebih dari 1.400 korban jiwa dilaporkan dalam 65 jam serangan, sebagian besar adalah warga sipil.
  • Serangan sebelumnya pada Jumat (13/6/2025) telah menewaskan puluhan orang, termasuk tokoh penting Iran.
  • Ketegangan Regional Meningkat