UI Tegaskan Penerimaan PPKB 2025 Tidak Diskriminatif, Fokus pada Pemerataan Peluang
Polemik mengenai penerimaan mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) tahun 2025 mencuat setelah beredar video di media sosial yang menuding adanya diskriminasi terhadap lulusan SMA unggulan. Dalam video tersebut, dinarasikan bahwa UI sengaja "mencoret" sejumlah SMA top di Jakarta dari daftar penerima PPKB karena dianggap terlalu banyak meloloskan siswa pada tahun-tahun sebelumnya, yang kemudian beberapa di antaranya tidak melakukan registrasi ulang.
Menanggapi isu yang berkembang, UI melalui Plh Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional, Emir Chairullah, PhD, membantah tegas tudingan adanya blacklist atau diskriminasi terhadap sekolah tertentu. Emir menjelaskan bahwa perubahan signifikan terjadi pada sistem PPKB tahun ini, yaitu penghapusan indeks sekolah sebagai salah satu faktor penentu kelulusan. Kebijakan ini diambil dengan tujuan untuk menciptakan pemerataan kesempatan bagi seluruh calon mahasiswa dari berbagai latar belakang dan wilayah di Indonesia.
"PPKB tahun ini agak berubah. Sebelumnya ada indeks sekolah, sekolah yang alumninya diterima di UI dan berprestasi baik dan kemudian itu akan meningkatkan indeks sekolah, saat (tahun) ini nggak," jelas Emir. Dengan ditiadakannya indeks sekolah, UI ingin memastikan bahwa setiap siswa, terlepas dari reputasi sekolahnya, memiliki kesempatan yang sama untuk dinilai berdasarkan prestasi dan potensi individu.
Emir menekankan bahwa UI tidak lagi memprioritaskan lulusan dari sekolah-sekolah favorit di Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Sebaliknya, fokus utama adalah pada prestasi akademik dan potensi yang ditunjukkan oleh setiap calon mahasiswa, tanpa memandang asal sekolah. "Jadi nggak lagi karena sekolah favorit Jakarta dia nilainya yang lebih baik, lebih tinggi timbang sekolah berkualitas baik di luar Jawa atau di Jawa, udah nggak ada lagi. Nah jadi hitungannya setiap siapapun yang lulusan terbaik, prestasi terbaik, dari SMA di manapun di Indonesia bisa daftar dan berpeluang lolos di PPKB," ujarnya.
Lebih lanjut, Emir memaparkan data terkait keketatan seleksi PPKB UI 2025:
- PPKB Sarjana: 130.092 pendaftar, 982 diterima
- PPKB Vokasi: 2.549 pendaftar, 615 diterima
Data ini menunjukkan tingginya minat calon mahasiswa untuk berkuliah di UI melalui jalur PPKB, yang juga mencerminkan persaingan yang ketat. Emir menegaskan bahwa tujuan utama dari perubahan sistem PPKB ini adalah untuk mewujudkan pemerataan penerimaan mahasiswa baru dari seluruh pelosok Indonesia.
PPKB UI merupakan jalur seleksi yang didasarkan pada penelusuran dan penilaian prestasi akademik calon mahasiswa, baik untuk program sarjana maupun vokasi. Proses pendaftaran PPKB UI 2025 telah dilaksanakan sebelumnya, di mana peserta mengunggah berbagai dokumen pendukung seperti data diri, data sekolah, esai, bukti prestasi akademik, dan alasan memilih program studi tertentu di UI.
Bagi calon mahasiswa yang belum berhasil lolos melalui jalur PPKB, Emir mengingatkan bahwa masih ada kesempatan melalui Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) yang pendaftarannya masih dibuka hingga 23 Juni 2025. Ini merupakan peluang terakhir bagi para calon mahasiswa untuk mewujudkan impian mereka berkuliah di UI.
Dengan adanya penjelasan ini, UI berharap dapat meluruskan kesalahpahaman yang mungkin timbul akibat video yang beredar dan menegaskan komitmennya untuk memberikan kesempatan yang adil dan merata bagi seluruh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.