Aksi Mogok Makan Dosen UKSW Berlangsung Tujuh Hari: Menuntut Kejelasan Status
Salatiga, Jawa Tengah - R.E.S Fobia, seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, telah menjalankan aksi mogok makan selama tujuh hari, terhitung sejak Selasa, 10 Juni 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes atas ketidakjelasan status yang dialaminya di lingkungan kampus.
Selama aksi mogok makannya, pria berusia 55 tahun ini memilih untuk berada di depan kampus UKSW, Jalan Diponegoro, Salatiga. Sebuah tenda sederhana menjadi tempatnya berteduh dari panas dan hujan, sementara tikar menjadi alas untuk menerima tamu yang bersimpati terhadap perjuangannya. Dosen yang akrab disapa Res ini terlihat sesekali duduk seorang diri, namun lebih sering ditemani oleh kolega dan mahasiswa yang memberikan dukungan moral.
"Saya masih terus melakukan mogok makan, karena hingga saat ini belum ada kepastian dan penyelesaian terkait masalah yang saya hadapi," ungkap Res, dengan nada penuh harap. Ia menambahkan bahwa selama aksi berlangsung, belum ada komunikasi langsung dengan pimpinan UKSW, termasuk Rektor atau Wakil Rektor. Namun, pada Senin, 16 Juni 2025, ia menerima undangan dari pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) untuk membahas permasalahan yang ada.
Dalam pertemuan dengan pihak yayasan, Res menyampaikan tuntutan-tuntutan yang menjadi dasar aksi mogok makannya. Ia juga berharap agar ruang diskusi dan komunikasi dapat dibuka kembali, mengingat selama ini ia merasakan adanya kebuntuan dalam berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Untuk menjaga kondisi tubuhnya selama mogok makan, Res mengaku hanya mengonsumsi air putih, sesuai dengan saran dari teman-temannya.
Sementara itu, Sekretaris YPTKSW, Frans Victor Kailola, membenarkan bahwa pihaknya telah mengundang R.E.S Fobia untuk membahas permasalahan yang ada. "Kami akan memfasilitasi penyelesaian masalah ini sebagai badan penyelenggara yang bertanggung jawab atas tenaga kerja," ujarnya. Frans menambahkan bahwa keputusan terkait masalah ini sedang diproses, dan meskipun mungkin tidak memuaskan semua pihak, pengurus yayasan telah mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu.
Berikut adalah poin-poin penting terkait aksi mogok makan yang dilakukan oleh R.E.S Fobia:
- Tujuan Aksi: Menuntut kejelasan status dan penyelesaian masalah yang dihadapi di lingkungan kampus UKSW.
- Latar Belakang: Ketidakjelasan status dan dugaan adanya kebuntuan komunikasi dengan pihak kampus.
- Lokasi Aksi: Depan kampus UKSW, Jalan Diponegoro, Salatiga.
- Durasi Aksi: Tujuh hari, dimulai sejak Selasa, 10 Juni 2025.
- Respon Pihak Terkait: Undangan dari YPTKSW untuk membahas permasalahan yang ada.
Aksi mogok makan yang dilakukan oleh R.E.S Fobia ini menjadi sorotan di kalangan civitas akademika UKSW dan masyarakat luas. Banyak pihak yang berharap agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan dengan baik, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar di kampus.