Kanselir Jerman Soroti Peran Israel dalam Menghadapi Iran: 'Pekerjaan Kotor untuk Kita Semua'
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Israel di tengah meningkatnya ketegangan antara negara tersebut dengan Iran. Dalam sebuah pernyataan yang kontroversial, Merz menyebut tindakan Israel sebagai "pekerjaan kotor untuk kita semua" dalam menghadapi ancaman dari Teheran.
Komentar ini disampaikan Merz saat menghadiri KTT G7 di Kanada, sebagaimana dilansir oleh Al Arabiya. Ia menekankan bahwa Jerman juga merasakan dampak dari kebijakan Iran. "Ini adalah pekerjaan kotor yang dilakukan Israel untuk kita semua. Kita juga adalah korban dari rezim ini. Rezim mullah ini telah membawa kematian dan kehancuran bagi dunia," tegasnya dalam wawancara dengan televisi ZDF.
Merz juga menyinggung kemungkinan penghancuran total program nuklir Iran jika negara tersebut tidak bersedia kembali ke meja perundingan. Ia mengakui bahwa Israel mungkin tidak memiliki kemampuan militer yang cukup untuk melakukan hal tersebut. "Militer Israel jelas tidak mampu melakukan hal itu. Mereka tidak memiliki senjata yang diperlukan. Tetapi Amerika memilikinya," ujarnya.
Lebih lanjut, Kanselir Jerman itu berpendapat bahwa serangan yang dilancarkan Israel terhadap Iran berpotensi menghancurkan kepemimpinan negara tersebut. "Saya berasumsi bahwa serangan-serangan dalam beberapa hari terakhir telah melemahkan rezim mullah secara signifikan dan tidak mungkin untuk kembali ke kekuatan semula, yang membuat masa depan negara itu tidak pasti," kata Merz kepada Welt TV.
Eskalasi konflik antara Israel dan Iran mencapai puncaknya pada Jumat (13/6) ketika Israel melancarkan serangan besar-besaran yang menargetkan instalasi militer dan nuklir Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi militer dan ilmuwan nuklir Iran.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan dengan rudal dan drone ke wilayah Israel. Serangan ini menjadi yang pertama dalam beberapa dekade di mana rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Menurut data dari otoritas Iran, serangan Israel mengakibatkan kematian sedikitnya 224 orang, termasuk tokoh militer senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil. Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel melaporkan bahwa serangan balasan Iran menyebabkan sedikitnya 24 orang tewas di Israel.
Berikut adalah poin-poin penting terkait konflik Israel-Iran:
- Serangan Israel: Menargetkan fasilitas militer dan nuklir Iran, menewaskan sejumlah pejabat tinggi dan ilmuwan.
- Serangan Balasan Iran: Melibatkan peluncuran rudal dan drone ke wilayah Israel, menyebabkan korban jiwa di kalangan sipil.
- Korban Jiwa: Ratusan orang dilaporkan tewas di kedua belah pihak akibat konflik tersebut.
- Posisi Jerman: Mendukung tindakan Israel dalam menghadapi Iran, menyebutnya sebagai "pekerjaan kotor untuk kita semua".