Perusahaan Garmen di Jateng Ramai Rekrut Eks Karyawan Sritex, Antisipasi Kekurangan Tenaga Ahli
Perusahaan Garmen di Jateng Ramai Rekrut Eks Karyawan Sritex, Antisipasi Kekurangan Tenaga Ahli
Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) memicu inisiatif sejumlah perusahaan garmen di Jawa Tengah (Jateng) untuk aktif merekrut eks karyawan perusahaan tekstil tersebut. Langkah proaktif ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kekurangan tenaga kerja terampil di sektor garmen, mengingat para eks karyawan Sritex umumnya memiliki pengalaman dan keahlian yang relevan.
Sebuah perusahaan garmen di Jateng, yang enggan disebutkan namanya, telah mengirimkan tim rekrutmennya secara langsung ke sekitar kawasan pabrik Sritex di Sukoharjo selama dua hari terakhir. Inisiatif jemput bola ini, menurut salah satu staf HRD perusahaan yang bernama Dwi, bertujuan untuk mempermudah proses perekrutan dan memberikan peluang kerja bagi para eks karyawan yang terkena PHK. "Setelah mendengar kabar PHK besar-besaran di PT Sritex, kami berinisiatif untuk membantu mereka yang kehilangan pekerjaan dengan menawarkan kesempatan bergabung di perusahaan kami," ungkap Dwi pada Selasa (4/3/2025).
Perusahaan tersebut membuka 500 lowongan untuk posisi operator sewing dengan benefit yang cukup kompetitif, meliputi:
- Gaji UMR + lembur + tunjangan
- 5 hari kerja
- BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan penuh
- Tunjangan Hari Raya (THR)
Meskipun menawarkan paket benefit yang menarik, hingga saat ini baru lima orang eks karyawan Sritex yang telah mendaftar dan akan mengikuti proses seleksi selanjutnya. "Proses seleksi akan dilakukan seperti biasa, menyesuaikan dengan pengalaman dan penempatan kerja sebelumnya," tambah Dwi. Ia juga menyebutkan bahwa proses jemput bola rekrutmen di kawasan pabrik Sritex telah berakhir pada Selasa (4/3/2025).
Respon positif juga terlihat dari tingginya minat perusahaan garmen lainnya untuk merekrut eks karyawan Sritex. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Sumarno, menyatakan bahwa jumlah lowongan pekerjaan yang masuk terus meningkat, terutama dari perusahaan-perusahaan di Lamongan dan Semarang. "Jumlah lowongan telah melampaui 12.000, dan hampir semua perusahaan mengirimkan permohonan lowongan kerja setelah mengetahui PHK di Sritex," ujar Sumarno. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan tenaga kerja terampil di industri garmen, dan eks karyawan Sritex dinilai sebagai kandidat yang ideal karena pengalaman dan keahlian mereka di bidang tersebut. "Sebagian besar eks karyawan Sritex memiliki keahlian yang relevan, terutama dalam bidang jahit-menjahit," pungkas Sumarno.
Situasi ini menunjukkan adanya dampak positif dari PHK Sritex, yang setidaknya dapat mengurangi angka pengangguran di sektor garmen melalui rekrutmen besar-besaran oleh perusahaan lain. Namun, tetap perlu adanya pengawasan agar proses rekrutmen berjalan dengan adil dan transparan, serta memastikan bahwa para eks karyawan mendapatkan hak dan benefit yang layak.