Bencana Banjir dan Longsor Landa Parigi Moutong, Ribuan Warga Mengungsi

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sejak Selasa (17/6) malam, mengakibatkan banjir dan tanah longsor di empat desa. Bencana ini memaksa ribuan warga untuk mengungsi.

Menurut keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, desa-desa yang terdampak meliputi Lembah Bomban, Lambunu, Wanamukti Utara, dan Siendeng. Dampak terparah dirasakan di Desa Siendeng, dimana sekitar 1.200 jiwa terdampak dan 1.000 di antaranya terpaksa mengungsi akibat banjir yang merendam rumah, sekolah, masjid, dan balai desa.

Di Desa Lembah Bomban, 397 jiwa terdampak, dengan 143 jiwa mengungsi akibat kerusakan rumah dan terputusnya akses jalan. Satu rumah dilaporkan rusak berat akibat tertimbun longsor, dan beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Sementara itu, di Desa Lambunu, banjir mulai melanda pada pukul 21.44 Wita, meluap hingga ke pemukiman warga. Petugas masih melakukan pendataan dampak banjir di desa ini.

Di Desa Wanamukti Utara, 115 jiwa terdampak dan 9 jiwa mengungsi. BPBD Sulteng menyatakan kebutuhan mendesak di lokasi ini adalah alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor, serta bantuan logistik untuk para pengungsi.

BPBD Sulteng telah mengerahkan personel ke lokasi bencana untuk membantu warga dan menyalurkan bantuan. Meskipun cuaca dilaporkan mulai membaik, status siaga bencana masih diberlakukan. Pihak berwenang memastikan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian ini.

Berikut adalah rincian dampak banjir dan longsor di empat desa:

  • Desa Lembah Bomban: 104 KK / 397 jiwa terdampak, 143 jiwa mengungsi, 1 rumah rusak berat.
  • Desa Lambunu: Pendataan dampak masih berlangsung.
  • Desa Wanamukti Utara: 34 KK / 115 jiwa terdampak, 9 jiwa mengungsi. Membutuhkan alat berat dan logistik.
  • Desa Siendeng: 300 KK / 1.200 jiwa terdampak, 1.000 jiwa mengungsi. Banjir merendam rumah, sekolah, masjid, dan balai desa.

Upaya penanggulangan bencana terus dilakukan dengan fokus utama pada evakuasi warga terdampak, penyaluran bantuan logistik, dan pemulihan akses jalan yang terputus.