G7 Solidaritas dengan Israel, Iran Dituding Picu Instabilitas Regional
Negara-negara dengan ekonomi terkemuka yang tergabung dalam Group of Seven (G7) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam Iran atas tindakan yang dianggap sebagai pemicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Dukungan penuh juga ditegaskan kepada Israel dalam menghadapi ancaman keamanan.
Dalam deklarasi yang dirilis pada hari Selasa (17/6/2025), para pemimpin G7 menyatakan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut, terutama terkait dengan program nuklir Iran dan aktivitasnya yang dianggap mengganggu stabilitas regional.
"Kami secara konsisten menyatakan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," demikian bunyi pernyataan tersebut. G7 juga menuduh Iran sebagai sumber utama terorisme dan ketidakstabilan di kawasan itu.
G7, yang beranggotakan Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang, merupakan forum informal yang mempertemukan para pemimpin negara-negara industri maju untuk membahas isu-isu global yang mendesak. KTT G7 ke-51 baru-baru ini diadakan di Kananaskis, Alberta, Kanada.
Sejarah dan Tujuan G7
Gagasan pembentukan G7 bermula pada tahun 1970-an, diinisiasi oleh Menteri Keuangan AS saat itu, George Shultz. Awalnya, forum ini bertujuan untuk membahas gejolak mata uang global. Seiring waktu, cakupannya meluas hingga mencakup isu-isu ekonomi, keamanan, dan kebijakan global.
Berikut adalah daftar negara anggota G7:
- Kanada
- Prancis
- Jerman
- Italia
- Jepang
- Inggris
- Amerika Serikat
Pada tahun 1998, Rusia bergabung dengan G7, membentuk G8. Namun, keanggotaan Rusia dibekukan pada tahun 2014 setelah aneksasi Krimea, yang memicu sanksi internasional dan kecaman dari anggota G7 lainnya.
G7 terus memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan global, termasuk perubahan iklim, pandemi, dan konflik internasional. Forum ini menjadi platform bagi negara-negara maju untuk berkoordinasi dan mencari solusi bersama untuk masalah-masalah yang dihadapi dunia.