Pendiri Insta360 Melonjak Jadi Miliarder Setelah IPO Sukses
Lonjakan harga saham Insta360 pasca penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Shanghai telah mengantarkan pendirinya, Liu Jingkang, menuju status miliarder di usia yang relatif muda, 33 tahun. Kenaikan valuasi perusahaan yang signifikan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan Insta360 di pasar global.
Debut Insta360 di papan STAR Market Bursa Shanghai pada Rabu, 11 Juni 2025, mencatatkan kinerja yang mengesankan dengan harga saham yang melonjak hingga 285% dari harga IPO. Hal ini meningkatkan kekayaan Liu Jingkang secara drastis, dari sebelumnya US$ 148 juta menjadi sekitar US$ 2,8 miliar, berdasarkan data Forbes per Kamis, 19 Juni 2025. Valuasi Insta360 pun meroket menjadi sekitar US$ 9,9 miliar.
Insta360 berhasil meraup dana segar sekitar US$ 270 juta dari IPO ini. Dana tersebut rencananya akan dialokasikan untuk memperkuat penelitian dan pengembangan (R&D) perusahaan, yang menjadi kunci inovasi produk dan ekspansi pasar di masa depan. Liu Jingkang, yang akrab disapa JK, mendirikan Insta360 pada tahun 2015 setelah menyelesaikan studi ilmu komputer di Universitas Nanjing, China. Pengakuan atas inovasinya pun datang dengan masuknya ia ke dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia pada tahun 2017.
Kepemilikan saham Liu Jingkang di Insta360, termasuk yang dimiliki oleh istrinya, mencapai sekitar 26,8%. Pada tahun 2024, Insta360 mencatatkan pendapatan sebesar US$ 779,9 juta, meningkat 54,3% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba mencapai 994,7 juta yuan. Pertumbuhan ini didorong oleh penjualan yang kuat di pasar domestik Tiongkok serta ekspansi agresif ke pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Penjualan di luar negeri menyumbang 76% dari total pendapatan Insta360 pada tahun lalu, dengan kontribusi signifikan dari pasar AS sebesar 1,3 miliar yuan.
Insta360 memiliki sekitar 2.000 karyawan yang tersebar di berbagai kantor di Tiongkok, AS, Jepang, dan Jerman. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memiliki kehadiran global dan melayani pelanggannya di seluruh dunia. Dalam pidatonya di acara peluncuran produk Insta360 di Shanghai, Liu Jingkang menekankan pentingnya visi awal perusahaan dalam mengembangkan produk-produk inovatif, mulai dari ONE X hingga X5.
Meski demikian, Insta360 juga menghadapi tantangan ke depan, terutama terkait dengan ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok. Dalam prospektusnya, perusahaan mengakui adanya peningkatan ketidakpastian dalam pengembangan bisnis internasional. Selain itu, Insta360 juga harus bersaing dengan pemain besar lainnya di pasar kamera aksi dan kamera 360 derajat, seperti GoPro yang terdaftar di Nasdaq dan DJI yang berbasis di Shenzhen.
Berikut beberapa poin penting mengenai Insta360:
- Pendiri: Liu Jingkang (JK)
- Tahun Didirikan: 2015
- Kantor Pusat: Tiongkok
- Jumlah Karyawan: Sekitar 2.000
- Pasar Utama: Tiongkok, AS, Eropa, Jepang
- Kompetitor Utama: GoPro, DJI