Pemerintah dan Swasta Bersinergi Atasi Tingginya Angka NEET di Kalangan Pemuda Indonesia
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK) menyoroti tingginya proporsi anak muda Indonesia yang masuk dalam kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training). Data terbaru dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) per Agustus 2024 menunjukkan bahwa sekitar 8,9 juta pemuda berusia 15-24 tahun berada dalam kondisi ini. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah dan memerlukan tindakan bersama dari berbagai pihak.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan KemenkoPMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk mengatasi masalah ini. Ia menyampaikan hal tersebut usai acara Peluncuran Futuremakers Youth Employability Programme di Jakarta.
"Masih ada pemuda-pemuda kita yang masuk di dalam kelompok NEET. NEET ini adalah Not in Education, Employment and Training," ujarnya. Hal ini mengindikasikan bahwa upaya komprehensif dan terpadu sangat dibutuhkan untuk memberikan solusi yang efektif.
Data NEET di Indonesia (Agustus 2024):
- Berdasarkan Usia:
- 15-19 tahun: 3.265.271 orang
- 20-24 tahun: 5.734.612 orang
- Berdasarkan Pendidikan:
- SMP: 1.633.308 orang
- SMA: 3.232.975 orang
- SMK: 2.191.922 orang
- D1, D2, D3, dan Akademi: 88.056 orang
- S1, S2, dan S3: 503.237 orang
10 Provinsi dengan Jumlah NEET Tertinggi:
- Jawa Barat: 1.899.404 orang
- Jawa Timur: 1.018.228 orang
- Jawa Tengah: 1.009.075 orang
- Sumatera Utara: 515.547 orang
- Banten: 475.336 orang
- Sulawesi Selatan: 353.722 orang
- Sumatera Selatan: 321.998 orang
- Lampung: 327.288 orang
- Aceh: 272.109 orang
- Riau: 245.726 orang
Sebagai langkah konkret, pemerintah bersama dengan Plan Indonesia meluncurkan Futuremakers Youth Employability Programme. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja kaum muda dan mengurangi angka pengangguran. Program ini akan dilaksanakan di Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Semarang, dengan target menjangkau 1.900 anak muda berusia 18-29 tahun. Dari jumlah tersebut, diharapkan 1.140 orang akan memperoleh dukungan untuk penempatan kerja atau memulai usaha mandiri.
Fokus pelatihan dalam program ini mencakup berbagai bidang yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti apparel, ritel, IT, dan hospitality. Program ini menawarkan:
- Modul soft skills dan technical skills yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
- Platform pelatihan daring melalui website kitakerja.id.
- Dukungan dari mitra pemerintah, terutama Balai Pelatihan Kerja (BLK) dan Pusat Pelatihan Kerja (PPK).
- Kemitraan dengan sektor swasta untuk memberikan kesempatan penempatan kerja.
Woro menegaskan bahwa Futuremakers Youth Employability Programme adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam mengatasi isu ketenagakerjaan di kalangan pemuda. Pendaftaran untuk program ini akan dibuka pada Juli 2025 melalui Instagram @kitakerja.id.