Waspadai Dampak Konsumsi Matcha Berlebihan pada Lambung: Anjuran Dokter
markdown Popularitas matcha sebagai minuman alternatif pengganti kopi terus meningkat. Namun, di balik kelembutan rasa dan aroma khasnya, konsumsi matcha berlebihan dapat memicu masalah pada lambung. Dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi gastroenterologi hepatologi, Imelda Maria Loho, mengingatkan akan kandungan kafein dalam matcha yang serupa dengan teh, kopi, dan cokelat.
"Matcha, teh, dan kopi dapat menyebabkan katup lambung terbuka meskipun tidak ada makanan yang masuk. Konsumsi berlebihan berpotensi meningkatkan asam lambung," jelas dr. Imelda dalam sebuah diskusi media di Jakarta.
Normalnya, katup antara kerongkongan dan lambung hanya terbuka saat makanan masuk. Kafein dalam matcha dan minuman serupa dapat memicu pembukaan katup ini saat perut kosong, menyebabkan asam lambung naik dan menimbulkan gejala seperti kembung, nyeri ulu hati, hingga sensasi panas di dada.
Reaksi setiap individu terhadap matcha bervariasi. Beberapa orang mungkin mengalami gejala Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) setelah mengonsumsi kopi, tetapi merasa nyaman saat minum matcha, atau sebaliknya. Perbedaan ini disebabkan oleh sensitivitas lambung yang berbeda pada setiap orang.
Takaran Konsumsi Matcha yang Aman
Kandungan kafein dalam matcha bervariasi, umumnya antara 19-44 mg per gram. Takaran konsumsi 2-4 gram matcha (1/2-1 sendok teh) mengandung 38-176 mg kafein. Sebagai perbandingan, biji kopi mengandung 10-12 mg kafein per gram, dan secangkir kopi (240 ml) dengan 10 gram kopi mengandung sekitar 100 mg kafein.
Dr. Imelda menyatakan bahwa tidak ada batasan pasti untuk konsumsi matcha per hari, karena toleransi setiap individu berbeda. Namun, ia menyarankan untuk mengonsumsi matcha dalam jumlah wajar dan tidak setiap hari, terutama dalam jumlah banyak.
Perhatikan Kombinasi Bahan
Selain jumlah konsumsi, kombinasi bahan dalam minuman matcha juga perlu diperhatikan. Penambahan susu sapi dalam matcha latte, misalnya, dapat memicu kembung pada sebagian orang.
"Terkadang, campuran susu dalam matcha dapat menyebabkan masalah perut karena susu sapi, bukan karena matcha itu sendiri," jelas dr. Imelda.
Ia menekankan pentingnya mengenali respons tubuh terhadap makanan atau minuman tertentu, termasuk matcha, untuk mencegah gangguan pencernaan.
Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan terkait konsumsi matcha:
- Kandungan Kafein: Matcha mengandung kafein yang dapat memicu peningkatan asam lambung.
- Sensitivitas Individu: Reaksi tubuh terhadap matcha bervariasi pada setiap orang.
- Takaran Wajar: Konsumsi matcha dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan.
- Kombinasi Bahan: Perhatikan kombinasi bahan dalam minuman matcha, terutama penambahan susu sapi.
- Kenali Tubuh: Kenali respons tubuh terhadap matcha untuk mencegah gangguan pencernaan.
Dengan memahami potensi dampak dan memperhatikan faktor-faktor di atas, Anda dapat menikmati matcha dengan bijak dan meminimalkan risiko gangguan pada lambung.