Putin Soroti Peningkatan Signifikan Perdagangan dengan Indonesia dalam Pertemuan dengan Prabowo
Presiden Rusia, Vladimir Putin, memberikan apresiasi atas peningkatan volume perdagangan antara Rusia dan Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Constantine, St. Petersburg, Kamis (19/6/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Putin menekankan bahwa hubungan antara Rusia dan Indonesia terus berkembang secara positif. Ia melihat potensi besar untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk:
- Pertanian: Peningkatan kerja sama dalam produksi dan distribusi produk pertanian.
- Energi: Kolaborasi dalam eksplorasi dan pengembangan sumber energi.
- Penjelajahan Ruang Angkasa: Kemitraan dalam penelitian dan pengembangan teknologi luar angkasa.
- Militer: Pengembangan kerja sama lebih lanjut dalam bidang pertahanan.
Putin juga menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat berkontribusi signifikan dalam kegiatan BRICS, sebuah organisasi ekonomi yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Menurut data yang dilansir oleh kantor berita Rusia, TASS, volume perdagangan antara Rusia dan Indonesia mengalami peningkatan hampir 40 persen dalam periode Januari hingga April 2025. Hal ini menunjukkan tren positif dalam hubungan ekonomi kedua negara.
Setelah menyelesaikan pertemuan bilateral, Presiden Prabowo dijadwalkan untuk menghadiri dan menyampaikan pidato pada sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) ke-28 pada hari Jumat (20/6/2025). Putin secara khusus mengundang Prabowo sebagai pembicara utama dalam forum tersebut, mengakui peran penting Indonesia dalam ekonomi global.
Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) adalah sebuah platform global terkemuka yang mempertemukan para pemimpin bisnis, politisi, pakar, dan akademisi untuk membahas isu-isu ekonomi yang paling mendesak yang dihadapi dunia saat ini. Kehadiran Presiden Prabowo sebagai pembicara utama menunjukkan pengakuan internasional atas peran Indonesia dalam lanskap ekonomi global dan potensi kerja sama yang lebih besar antara Indonesia dan Rusia.