Polemik Pernyataan Wali Kota Jayapura Picu Reaksi Wakil Gubernur Papua Pegunungan: Persatuan Masyarakat Papua Dipertaruhkan
Reaksi Keras Wagub Papua Pegunungan Atas Pernyataan Kontroversial Wali Kota Jayapura
Pernyataan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, yang viral di media sosial terkait aksi demonstrasi dan pemalangan di wilayahnya, menuai kecaman dari berbagai pihak. Rollo menyebutkan bahwa pelaku aksi tersebut bukanlah warga asli Port Numbay atau masyarakat pesisir, melainkan berasal dari wilayah pegunungan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Expose 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura, Senin (16/6/2025).
Ucapan Rollo yang kontroversial itu memicu reaksi keras dari Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol. Pahabol menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat asli Papua di tengah dinamika perubahan administrasi wilayah. Ia menyayangkan pernyataan Wali Kota Jayapura yang dinilai dapat memecah belah masyarakat Papua.
"Saya bicara dari kesatuan tubuh orang Papua. Papua boleh pecah menjadi enam provinsi, tetapi orang Papua jangan sampai terpecah. Kita satu budaya, satu DNA, satu rumah," ujar Ones Pahabol dalam pernyataan resminya, Jumat (20/6/2025).
Pahabol, yang memiliki pengalaman sebagai Bupati Yahukimo, menilai bahwa pernyataan Rollo mencerminkan kurangnya kebijaksanaan dalam kepemimpinan. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin seharusnya mampu membangun narasi yang mempersatukan, bukan malah menyakiti dan memecah belah.
"Seorang pemimpin harus bijak dan berhikmat. Tidak boleh membangun narasi yang menyakiti dan memecah belah orang Papua yang satu kultur (budaya). Ini pernyataan yang tidak layak keluar dari seorang kepala daerah, apalagi tokoh adat," tegas Pahabol.
Fondasi Kepemimpinan Papua: Budaya dan Spiritualitas
Pahabol menjelaskan bahwa fondasi utama bagi setiap pemimpin Papua adalah budaya dan spiritualitas. Ia mengingatkan bahwa orang Papua merupakan satu kesatuan Melanesia yang terbentang luas dari Sorong hingga Papua Nugini dan Kepulauan Solomon.
"Kami manusia Papua satu ras Melanesia. Dari Sorong sampai Merauke, dari gunung hingga pantai, kita adalah satu," serunya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemimpin untuk memandang Jayapura sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat Papua.
"Papua boleh terbagi, tapi orang Papua jangan sampai pecah. Kalau kita utuh, kita kuat untuk membangun tanah Papua. Jangan rusak dengan narasi sempit dan sektarian," pungkasnya.
Pernyataan Pahabol ini mencerminkan kekhawatiran akan potensi perpecahan di antara masyarakat Papua akibat narasi yang kurang bijak. Ia berharap semua pihak dapat lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan demi kemajuan Papua secara keseluruhan. Perbedaan pendapat seharusnya disikapi dengan bijak dan kepala dingin demi menjaga kerukunan masyarakat. Diharapkan seluruh pemimpin dapat menahan diri dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Reaksi Masyarakat Sipil
Pernyataan Wali Kota Jayapura juga menuai reaksi dari berbagai organisasi masyarakat sipil. Mereka menilai pernyataan tersebut diskriminatif dan berpotensi memicu konflik horizontal. Beberapa organisasi menyerukan agar Wali Kota Jayapura meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Papua.
Kasus ini menjadi sorotan penting mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua. Diharapkan semua pihak dapat belajar dari kejadian ini dan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan yang berpotensi memecah belah.