Gejolak Global Dorong Prospek Cerah Harga Emas Hingga Akhir Tahun: Analisis Pegadaian
Prospek harga emas diprediksi akan tetap tinggi hingga akhir tahun ini, didorong oleh ketegangan geopolitik global yang sedang berlangsung. Menurut Kepala Departemen Bisnis PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat, konflik seperti yang terjadi antara Iran dan Israel menjadi faktor utama yang memicu tren kenaikan harga emas.
"Dalam kondisi saat ini, emas telah mengalami kenaikan hingga 30 persen pada tahun 2025. Dengan adanya konflik antara Iran dan Israel, kemungkinan besar harga emas akan bertahan di level ini setidaknya hingga akhir tahun. Bahkan, ada potensi harga emas akan terus meningkat," ujar Tyas saat ditemui di Hotel Santika Premiere Semarang, Kamis (19/6/2025).
Menyadari potensi investasi emas, Tyas mendorong masyarakat untuk mulai mengalokasikan sebagian dari penghasilan bulanan mereka ke dalam instrumen investasi emas, seperti tabungan emas. Investasi emas dinilai sebagai cara yang efektif untuk melindungi nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Sebaiknya, minimal 15 hingga 20 persen dari penghasilan diinvestasikan, dan emas adalah pilihan yang menarik," tambahnya.
Tyas menekankan pentingnya kesadaran investasi di tengah kondisi ekonomi yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global. Tanpa komitmen untuk menyisihkan sebagian penghasilan, sulit bagi seseorang untuk memulai investasi.
Pegadaian menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk menabung emas melalui program cicilan yang fleksibel hingga satu tahun. Program ini dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap dapat berinvestasi emas. Harga emas yang digunakan dalam perhitungan cicilan adalah harga yang berlaku saat nasabah pertama kali bertransaksi.
"Kami memiliki produk cicilan emas yang memungkinkan nasabah membeli 1 gram emas dengan harga tertentu, misalnya Rp 2.000.000. Nasabah perlu membayar uang muka 20 persen, sekitar Rp 400.000, dan sisanya, Rp 1.600.000, dapat dicicil dalam jangka waktu 6 atau 12 bulan," jelasnya.
Program cicilan emas ini dinilai efektif untuk membiasakan masyarakat menyisihkan penghasilan bulanan. Namun, jika nasabah gagal membayar cicilan, emas yang belum lunas akan dilelang.
"Adanya kewajiban membayar cicilan secara rutin menjadi pemicu yang efektif untuk memastikan nasabah menyelesaikan pembayaran hingga lunas, barulah emas per gram diberikan kepada nasabah," imbuhnya.
Selain cicilan emas, Pegadaian juga menawarkan tabungan emas yang memungkinkan nasabah membeli emas mulai dari 0,01 gram dengan harga sekitar Rp 18.900.
"Dengan hanya Rp18.900, Anda sudah bisa mulai menabung emas. Jadi, menabung emas tidak harus dengan jumlah besar, bahkan dengan jumlah kecil pun bisa," pesannya.
Tyas juga menekankan pentingnya memiliki tujuan investasi yang jelas. Investasi emas, menurutnya, sangat cocok untuk mencapai tujuan jangka panjang seperti membeli rumah, karena nilai emas cenderung stabil dan tidak tergerus inflasi.
"Jika kita menyimpan uang dalam bentuk rupiah, harga rumah saat ini mungkin Rp 500 juta. Namun, 10 tahun lagi, uang Rp 500 juta mungkin tidak cukup karena harga rumah sudah mencapai Rp 1 miliar. Dengan investasi emas, kita setidaknya dapat mengumpulkan uang muka atau bahkan membeli rumah secara tunai di masa depan," jelasnya.
"Jika kita menyisihkan dana dalam bentuk emas, nilainya akan tetap mengikuti kenaikan harga rumah. Dengan demikian, kita tetap dapat mewujudkan impian memiliki rumah," pungkasnya.