IHSG Berpotensi Lanjutkan Penurunan di Tengah Ketidakpastian Global: Analisis dan Rekomendasi Saham

Bursa saham Indonesia diperkirakan akan kembali mengalami tekanan jual pada perdagangan hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan pelemahan terbatas, melanjutkan tren negatif yang terjadi pada penutupan perdagangan sebelumnya. Sentimen pasar masih dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik global yang terus berlanjut sejak awal tahun. Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati dan menghindari pengambilan risiko yang berlebihan.

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG terkoreksi signifikan, ditutup pada level 7.968 setelah mengalami penurunan sebesar 139,15 poin atau setara dengan 1,96 persen. Pelemahan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap berbagai isu global, termasuk potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait program nuklir Iran juga menambah sentimen negatif di pasar. Trump dikabarkan akan mengambil keputusan penting dalam dua pekan mendatang terkait potensi keterlibatan AS dalam konflik yang melibatkan Israel dan Iran. Target utama AS adalah menghentikan pengayaan uranium oleh Iran dan mencegah negara tersebut mengembangkan senjata nuklir.

Secara teknikal, analis memprediksi IHSG berpotensi mengalami pelemahan terbatas dengan level support dan resistance yang perlu diperhatikan. Support krusial berada di level 6.810, sementara resistance terdekat berada di level 7.025. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan IHSG di sekitar level-level ini untuk mengantisipasi potensi perubahan arah tren.

Analis dari Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, mencatat bahwa IHSG telah menembus level 6.994 secara agresif, mengonfirmasi terbentuknya tren penurunan jangka pendek. Meskipun demikian, IHSG berpotensi mengalami rebound sementara di rentang 6.858-69.14. Pembalikan tren diperkirakan akan terjadi jika IHSG mampu bertahan di atas level support 6.811.

Berikut adalah level support dan resistance yang perlu diperhatikan:

  • Support: 6.929, 6.900, 6.811, dan 6.765
  • Resistance: 7.018, 7.122, 7.181, dan 7.217

Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish, mengindikasikan potensi tekanan jual yang lebih lanjut.

Beberapa perusahaan sekuritas juga memberikan rekomendasi teknikal untuk saham-saham tertentu, antara lain:

  1. PYFA:

    • Harga terakhir: 234
    • Support: 228
    • Resistance: 260
    • Target: 254
    • AMMN:

    • Harga terakhir: 7.900

    • Support: 7.575
    • Resistance: 8.700
    • Target: 8.650
    • BBKP:

    • Harga terakhir: 59

    • Support: 56
    • Resistance: 63
    • Target: 61

Binaartha Sekuritas juga memberikan rekomendasi sebagai berikut:

  • AMRT: Buy on weakness, support 2.040, resistance 2.450-2.990, target 2.450
  • ANTM: Trading buy, support 3.230, resistance 3.740-4.410, target 3.740
  • INCO: Buy on weakness, support 2.840, resistance 3.510-4.190, target 3.510
  • INDF: Trading buy, support 7.800, resistance 8.500-9.000, target 8.500

MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham:

  • ADRO: Speculative buy 1.845-1.915, stoploss below 1.795, target 1.985-2.140
  • BRPT: Buy on weakness 1.290-1.420, stoploss below 1.245, target 1.535-1.685
  • ISAT: Buy on weakness 2.050-2.080, stoploss below 2.010, target 2.260-2.320
  • RATU: Buy on weakness 7.000-7.275, stoploss below 6.550, target 8.075-8.800

Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum membuat keputusan investasi. Rekomendasi saham dari analis sekuritas bersifat informatif dan bukan merupakan jaminan keuntungan.