Volatilitas Pasar: IHSG Terkoreksi, Rupiah Berjuang di Tengah Sentimen Global
Awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (20/6/2025) diwarnai dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), mengindikasikan adanya tekanan jual di pasar saham. Meskipun demikian, di tengah sentimen negatif tersebut, nilai tukar rupiah menunjukkan sinyal positif dengan mengalami penguatan terhadap dollar AS di pasar spot.
Pada pukul 09.03 WIB, IHSG tercatat berada pada level 6.926,85, mengalami penurunan sebesar 41,77 poin atau 0,60 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level 6.948,28. Data perdagangan menunjukkan bahwa 133 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga, sementara 241 saham mengalami penurunan, dan 186 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi yang terjadi hingga saat ini mencapai Rp 526,92 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 791,15 juta saham.
Maximilianus Nico Demus, Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, mengungkapkan bahwa penurunan IHSG di bawah level 7.000 menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai arah pergerakan indeks saham ke depannya. Ia menjelaskan bahwa pelemahan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik yang terus membayangi pasar sejak awal tahun. Ketidakpastian menjadi faktor utama yang dihindari oleh para pelaku pasar.
Di sisi lain, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, berpendapat bahwa IHSG telah menembus level 6.994 secara agresif, mengindikasikan terbentuknya tren penurunan jangka pendek. Ia memproyeksikan level support IHSG berada di 6.929, 6.900, 6.811, dan 6.765, sementara level resistance berada di 7.018, 7.122, 7.181, dan 7.217. Indikator MACD juga menunjukkan adanya momentum bearish.
Pergerakan bursa saham di kawasan Asia menunjukkan variasi. Strait Times terpantau naik 0,13 persen (4,87 poin) di level 3.899,05, Shanghai Composite meningkat 0,09 persen (2,93 poin) di level 3.365,05. Sementara itu, Nikkei mengalami penurunan sebesar 0,08 persen (31,90 poin) di level 38.456, dan Hang Seng menguat 0,48 persen (112,06 poin) di level 23.349,80.
Penguatan Rupiah di Tengah Ketidakpastian
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot menunjukkan tren positif. Data Bloomberg mencatat, pada pukul 09.17 WIB, rupiah berada pada level Rp 16.371 per dollar AS, menguat 34,5 poin atau 0,21 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 16.405,5 per dollar AS.
Ariston Tjendra, Pengamat Pasar Uang sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, memberikan pandangannya mengenai pergerakan rupiah. Ia memperkirakan adanya potensi pelemahan lanjutan pada rupiah, terutama disebabkan oleh kekhawatiran terkait kemungkinan keterlibatan AS dalam konflik antara Israel dan Iran. Ketegangan di Timur Tengah yang meningkat dapat memicu intervensi dari sekutu Iran, yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar terhadap rupiah. Ia memperkirakan potensi pergerakan kurs rupiah menuju level 16.400, dengan level support di sekitar 16.300.