Peringatan 55 Tahun Wafatnya Bung Karno: Blitar Semarak dengan Doa dan Ribuan Tumpeng
Kota Blitar akan menjadi pusat peringatan 55 tahun wafatnya Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno, dengan serangkaian acara yang khidmat dan meriah. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur mengumumkan rangkaian acara yang akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada Jumat, 20 Juni 2025, dan Sabtu, 21 Juni 2025.
Acara inti akan dimulai pada Jumat malam dengan resepsi peringatan wafatnya Bung Karno yang bertempat di area makam Bung Karno. Dimulai pukul 19.00 WIB, acara ini akan menjadi momen refleksi dan penghormatan kepada sosok Bapak Bangsa.
Sebagai wujud syukur dan penghormatan, sebanyak 5.000 nasi tumpeng akan dibagikan kepada masyarakat Kota Blitar. Inisiatif ini tidak hanya menjadi simbol sedekah budaya, tetapi juga representasi dari semangat gotong royong dan kebersamaan yang diajarkan oleh Bung Karno.
Terkait pembagian tumpeng, seorang sumber dari DPD PDI Perjuangan Jatim menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah menjadi tradisi dan akan terus dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal. Pihaknya ingin nilai-nilai Bung Karno, terutama semangat berbagi dan gotong royong, terus hidup di tengah masyarakat. Tumpeng, sebagai simbol kebersamaan, diharapkan menjadi pengingat bahwa peringatan wafatnya Bung Karno bukan hanya sekadar mengenang, tetapi juga memberi manfaat bagi sesama.
Ceramah keagamaan akan menjadi bagian penting dari acara ini, dengan kehadiran KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) sebagai pengisi. Gus Muwafiq, dikenal dengan pandangan kebangsaannya yang kuat, akan memberikan tausiyah yang relevan dengan semangat dan cita-cita Bung Karno.
Puncak acara akan berlangsung pada Sabtu, 21 Juni 2025, yang merupakan tanggal wafat Bung Karno. Doa bersama akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar. Kehadiran Menteri Agama diharapkan dapat memberikan pesan-pesan spiritual yang mendalam mengenai sosok Bung Karno, serta pentingnya menjaga harmoni antara agama dan kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Politisi dari DPRD Jatim menegaskan bahwa peringatan wafatnya Bung Karno adalah momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap ajaran dan cita-cita besar Bung Karno. Baginya, warisan Bung Karno tidak boleh berhenti pada ingatan, melainkan harus terus diimplementasikan dalam tindakan nyata.
Seluruh elemen PDI Perjuangan, mulai dari tingkat DPD, DPC, PAC hingga anak ranting, serta Fraksi PDI Perjuangan dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota, akan turut serta memeriahkan rangkaian acara peringatan wafatnya Bung Karno. Hal ini menunjukkan soliditas dan komitmen partai dalam melanjutkan perjuangan Bung Karno untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.