Pengamat Ungkap Perjalanan Politik Hasto Kristiyanto: Dari Juru Tulis hingga Sekjen PDIP
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Cecep Hidayat, menyoroti perjalanan karir politik Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. Cecep menekankan bahwa Hasto merintis karirnya dari bawah, sebuah pengalaman yang tidak dialami oleh semua politisi.
Cecep menjelaskan bahwa Hasto memulai kiprahnya di PDIP sebagai juru tulis. Pernyataan ini disampaikan Cecep saat menjadi saksi meringankan dalam sidang dugaan suap dan perintangan penyidikan yang melibatkan Hasto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
"Pengalaman Pak Hasto, dari juru tulis partai hingga menjadi Sekjen, adalah rentetan perjalanan yang tidak semua orang alami," ujar Cecep.
Cecep kemudian menyinggung fenomena instan dalam dunia politik, di mana seseorang dapat langsung menduduki posisi ketua umum partai politik setelah bergabung dalam waktu singkat.
"Bahkan, ada yang baru beberapa hari menjadi anggota partai tetapi langsung terpilih menjadi ketua umum," ungkap Cecep.
Menurut Cecep, Hasto memiliki keyakinan terhadap pentingnya kelembagaan partai politik dalam memajukan bangsa. Ia juga menambahkan, salah satu syarat kemajuan Indonesia adalah partai politik yang berkualitas, yang mampu menghasilkan pemimpin yang kompeten.
Hal ini, menurut Cecep, membutuhkan kader yang memiliki identitas partai (Party ID), loyalitas, dan ideologi yang kuat.
"Sebagai seorang Sekjen, Pak Hasto menginisiasi sertifikasi internasional untuk PDI Perjuangan dan mendirikan kantor-kantor partai," kata Cecep.
Dalam kasus ini, Hasto didakwa menyuap mantan anggota KPU, Wahyu Setiawan, agar Harun Masiku, seorang kader PDIP, dapat menjadi anggota DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Selain itu, Hasto juga didakwa menghalangi penyidikan terhadap Harun Masiku, yang telah menjadi buron sejak tahun 2020.