Indonesia Ambil Peran Mediator di Tengah Ketegangan Iran-Israel dengan Diplomasi Perdagangan
Gelombang konflik di Timur Tengah, khususnya eskalasi antara Iran dan Israel, mendorong Indonesia untuk mengambil langkah proaktif. Dengan berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia berupaya menjembatani perbedaan dan meredakan ketegangan melalui pendekatan diplomasi ekonomi.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa posisi non-blok Indonesia memungkinkan negara ini untuk berperan sebagai mediator yang netral. Alih-alih memihak blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat atau blok Timur yang dekat dengan Rusia, Indonesia memilih untuk fokus pada pencarian solusi yang konstruktif. Strategi yang ditempuh adalah dengan memanfaatkan instrumen perdagangan sebagai alat untuk membangun kepercayaan dan mempererat hubungan bilateral dengan berbagai negara.
"Upaya ini bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga tentang bagaimana kita memperkuat tali persaudaraan dengan negara-negara sahabat," ujar Roro saat menyampaikan laporan Perdagangan dan Investasi Berkelanjutan Indonesia 2025 di Jakarta Pusat.
Indonesia aktif menjalin kemitraan ekonomi komprehensif dengan berbagai negara. Beberapa inisiatif penting yang sedang berjalan antara lain:
- Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA): Perjanjian ini bertujuan untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi antara kedua negara melalui penghapusan hambatan tarif dan non-tarif. Selain itu, CEPA juga mencakup kerja sama di berbagai sektor seperti pertanian, energi, dan teknologi.
- Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA): Setelah melalui serangkaian perundingan yang panjang, IEU CEPA kini memasuki tahap akhir. Perjanjian ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia di Uni Eropa, serta meningkatkan investasi dan kerja sama di bidang-bidang strategis.
Roro menambahkan, pendekatan diplomasi perdagangan ini merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengamankan kepentingan nasional Indonesia di tengah gejolak global. Dengan memperkuat jaringan perdagangan dan investasi, Indonesia tidak hanya meningkatkan daya saing ekonominya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di kawasan.
"Kita mengamankan pasar dalam negeri dan juga memperluas jangkauan ke pasar internasional. Semua ini kita lakukan sejalan dengan penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan internasional," pungkas Roro.