Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi

Gunung Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan kembali mengalami erupsi pada hari Jumat, 20 Mei 2025. Erupsi yang terjadi pada sore hari ini menyusul erupsi sebelumnya yang terjadi pada pagi hari. Kondisi ini memicu imbauan kepada masyarakat sekitar lereng gunung untuk meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri dari potensi bahaya abu vulkanik.

Erupsi yang terjadi pada pukul 15.49 WITA terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 40 mm dan durasi sekitar 44 detik. Kolom abu teramati membumbung setinggi kurang lebih 700 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 2.123 meter di atas permukaan laut. Warna abu yang dikeluarkan berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan cenderung mengarah ke arah barat.

Sebelumnya, pada pukul 06.04 WITA, Gunung Ile Lewotolok juga mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter. Erupsi pagi hari ini menghasilkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang juga condong ke arah barat. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 11.9 mm dan durasi lebih kurang 30 detik. Erupsi ini juga dilaporkan disertai dengan dentuman lemah yang dapat dirasakan oleh warga sekitar.

Stanislaus Ara Kian, Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung untuk mengenakan masker atau alat pelindung diri lainnya. Langkah ini penting untuk melindungi saluran pernapasan dari iritasi akibat abu vulkanik yang beterbangan di udara. Selain masker, perlindungan mata dan kulit juga disarankan untuk menghindari dampak buruk abu vulkanik.

Saat ini, status aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada Level II atau Waspada. Peningkatan aktivitas vulkanik ini menjadi perhatian serius dan terus dipantau oleh pihak berwenang. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait.