Pemerintah Pertimbangkan Pemanfaatan Mangrove dalam Pembangunan Tanggul Laut Raksasa

Pemerintah tengah mengkaji pemanfaatan mangrove sebagai bagian dari pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengintegrasikan solusi berbasis alam dalam infrastruktur pesisir.

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) sedang menyusun kebijakan one spatial planning policy yang akan mengatur tata ruang untuk pembangunan tanggul laut. Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah Agraria & Tata Ruang Kemenko IPK, Nazib Faizal, menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan berkelanjutan dalam pembangunan tanggul laut. Ia menyatakan bahwa pembangunan tidak boleh dilakukan secara serampangan, tetapi harus direncanakan dengan cermat agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Menurut Nazib, tidak semua bagian tanggul laut akan dibangun menggunakan beton. Penggunaan mangrove akan dipertimbangkan di beberapa wilayah, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi. Ia menjelaskan bahwa penggunaan green infrastructure, seperti mangrove, akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat. Pertimbangan lain yang menjadi dasar pemilihan lokasi untuk penanaman mangrove adalah tingkat abrasi di wilayah pesisir. Daerah-daerah yang mengalami abrasi parah dinilai cocok untuk ditanami mangrove.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya telah mengadakan rapat koordinasi untuk membahas pembangunan tanggul laut raksasa dan penanganan banjir. AHY menyatakan bahwa pemerintah akan mengintegrasikan dan memutakhirkan semua studi yang telah ada mengenai giant sea wall. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan tanggul laut tidak akan dilakukan secara penuh dari Banten hingga Jawa Timur dengan tembok beton. Pemerintah akan menerapkan pendekatan yang fleksibel, menggabungkan solusi gray infrastructure (beton) dan green infrastructure (mangrove). Kombinasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan yang efektif terhadap abrasi dan banjir, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pendekatan Solusi:

  • Gray Solution: Pembangunan tanggul dengan menggunakan beton.
  • Green Solution: Pembangunan tanggul dengan menggunakan mangrove.
  • Kombinasi: Menggabungkan penggunaan beton dan mangrove.

Pembangunan tanggul laut raksasa ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan banjir, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.