Dedi Mulyadi Janjikan Renovasi Makam Mantan Bupati Bekasi, Redakan Kekecewaan Warga Gabus

Polemik pembongkaran warung milik Irwansyah di Kampung Gabus, Desa Srimukti, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, menemukan titik terang. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berinisiatif meredakan kekecewaan Irwansyah dengan menjanjikan renovasi makam Muhammad Nausan, kakek Irwansyah yang juga merupakan Bupati Swatantra Tingkat II Bekasi periode 1958-1960.

Janji tersebut diungkapkan Dedi Mulyadi saat mengunjungi Kampung Gabus, beberapa hari setelah pembongkaran warung Irwansyah oleh Satpol PP Kabupaten Bekasi. Pembongkaran ini sempat memicu kekecewaan Irwansyah yang mengancam tidak akan memilih Dedi Mulyadi jika kembali mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah (pilkada).

Menurut Dedi Mulyadi, rencana renovasi makam leluhur Irwansyah ini telah disetujui oleh yang bersangkutan dalam pertemuan mereka. "Saya akan merenovasi makam dari leluhurnya, saya akan merenovasi, tadi sudah sepakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengklaim bahwa dirinya dan Irwansyah telah menyelesaikan kesalahpahaman. Bahkan, Irwansyah justru meminta Dedi Mulyadi untuk menertibkan seluruh bangunan liar yang berdiri di bantaran saluran irigasi Jalan Kong Isah. "Aman, sudah ketemu sama saya. Dia sekarang malah nyuruh saya bongkar semua," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi juga menambahkan bahwa Irwansyah memiliki keinginan untuk kembali berjualan kopi setelah kehilangan tempat usahanya. "Dia mau jualan lagi," imbuhnya.

Sebelumnya, Irwansyah mengungkapkan kekecewaannya atas pembongkaran warungnya yang menjadi sumber mata pencaharian keluarganya. Ia merasa tidak diberi pemberitahuan yang cukup terkait rencana pembongkaran tersebut. Irwansyah juga menyebut bahwa mayoritas pemilik bangunan liar yang dibongkar di Kampung Gabus adalah pendukung Dedi Mulyadi.

Irwansyah menjelaskan bahwa warung kopi miliknya dibangun di atas tanah warisan dari kakeknya, Muhammad Nausan. Klaim ini menjadi dasar keyakinannya untuk mendirikan bangunan di atas lahan yang kini dikelola oleh Perum Jasa Tirta (PJT), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola sumber daya air. "Ini tanah warisan engkong saya, Kong Haji Nausan Bupati (ketiga) Bekasi. Itu ada makamnya di situ. Makanya saya berani bangun warung di sini, buat usaha," jelas Irwansyah.

Dengan adanya janji renovasi makam dari Dedi Mulyadi dan kesediaan Irwansyah untuk kembali berjualan, diharapkan permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik dan membawa solusi bagi kedua belah pihak.