Prabowo Subianto: Rusia dan China Konsisten Membela Negara Berkembang

Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Peran Rusia dan China dalam Keadilan Global

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pandangannya mengenai peran Rusia dan China dalam percaturan global. Dalam forum St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa kedua negara tersebut secara konsisten membela kepentingan negara-negara berkembang dan berjuang untuk keadilan.

"Banyak negara di belahan selatan dunia sepakat dengan pandangan saya bahwa Rusia dan China bukanlah negara yang menerapkan standar ganda. Mereka selalu berpihak pada mereka yang menderita dan berjuang untuk keadilan bagi seluruh bangsa di dunia," ujar Prabowo di hadapan forum internasional tersebut.

Prabowo juga menyoroti ambisi Indonesia untuk menjadi mitra yang terpercaya di mata dunia. Ia memaparkan kemajuan ekonomi Indonesia yang signifikan dan target ambisius untuk mencapai swasembada pangan dalam beberapa tahun mendatang. "Pertumbuhan ekonomi kita di semester pertama telah melampaui angka 5 persen, dan kami memperkirakan dapat mencapai hampir 7 persen pada akhir tahun ini. Ini adalah bukti bahwa kita berada di jalur yang benar. Kita akan mencapai tujuan kita. Dalam empat tahun, kita harus bisa memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Keyakinan Prabowo terhadap potensi Indonesia sangat besar. Ia bahkan memiliki visi untuk menjadikan Indonesia sebagai eksportir utama beras dan jagung di kawasan Asia Tenggara. Untuk mewujudkan ambisi ini, Prabowo telah mendirikan sebuah lembaga bernama Danantara yang bertujuan untuk menggalang dana demi investasi di masa depan generasi muda Indonesia. "Kita akan menjadi pengekspor jagung dan beras terbesar di Asia Tenggara. Saya mendirikan Danantara untuk tujuan ini. Dalam beberapa tahun ke depan kita akan mengumpulkan dana untuk membela masa depan anak-anak kita," jelasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjalin kerjasama erat dengan Rusia di berbagai bidang. Ia membuka pintu bagi perusahaan-perusahaan Rusia untuk berinvestasi dan berkolaborasi dengan Indonesia. "Kami ingin menjadi mitra yang dapat bekerja sama dan mencapai kemakmuran bersama. Kami terbuka untuk bekerja sama dan berbisnis dengan semua perusahaan, terutama dari Rusia," pungkasnya.