BAZNAS Kulon Progo Salurkan ZIS Miliaran Rupiah untuk Ribuan Penerima, Termasuk Tukang Becak dan Guru Tidak Tetap

BAZNAS Kulon Progo Salurkan ZIS Miliaran Rupiah untuk Ribuan Penerima, Termasuk Tukang Becak dan Guru Tidak Tetap

Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali menunjukkan komitmennya dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu menjelang Hari Raya Idul Fitri. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulon Progo menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) senilai Rp 3,59 miliar kepada 7.500 mustahiq atau penerima manfaat. Penyaluran ZIS ini menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pekerja informal seperti tukang becak dan guru tidak tetap (GTT) maupun pegawai tidak tetap (PTT). Distribusi bantuan ini merupakan wujud nyata dari program pemberdayaan masyarakat yang digalakkan oleh pemerintah daerah setempat.

Kepala BAZNAS Kulon Progo, Alfanuha Yushida, menjelaskan bahwa penyaluran ZIS tahun ini menargetkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, BAZNAS Kulon Progo berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp 15,3 miliar, dan tahun ini menargetkan capaian hingga Rp 16,5 miliar. Dana tersebut dikumpulkan melalui berbagai kanal, mulai dari pengumpulan zakat ASN di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kapanewon, hingga kampanye digital melalui platform Kitabisa.com yang menyasar masyarakat luas. Sistem pengumpulan yang terintegrasi ini menunjukkan efektivitas pengelolaan ZIS di Kulon Progo dalam menjangkau donatur dari berbagai kalangan.

Sebanyak seratus tukang becak di Kulon Progo mendapatkan bantuan ZIS masing-masing sebesar Rp 200.000. Pemberian bantuan ini merupakan tradisi tahunan yang konsisten dilakukan setiap bulan Ramadhan. Selain tukang becak, bantuan juga diberikan kepada GTT dan PTT di lingkungan Dinas Pendidikan dan Olahraga Kulon Progo dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penerima manfaat lainnya meliputi rois atau tokoh agama, tenaga honorer, relawan pemerintah daerah, kaum duafa di sekitar lingkungan pemerintahan, hingga warga binaan di rumah tahanan.

Besaran bantuan yang diberikan beragam, mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 750.000 per penerima, dengan nilai tertinggi diberikan kepada pedagang atau pengusaha kecil di sekitar masjid. Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, kepada para tukang becak di Alun-alun Wates. Bupati Agung menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membantu sesama, terutama dalam situasi menjelang Lebaran di mana harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.

Bupati Agung juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ekonomi para tukang becak yang rentan terhadap dampak kenaikan harga. Ia berharap bantuan ZIS ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan para penerima manfaat. Bupati Agung kemudian mengajak seluruh masyarakat Kulon Progo untuk lebih aktif berpartisipasi dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai lembaga yang terpercaya dan transparan dalam pengelolaan dana tersebut. Dengan demikian, program-program sosial kemasyarakatan seperti ini dapat terus berkesinambungan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kulon Progo.

Rincian Penerima Manfaat ZIS:

  • Tukang Becak (100 orang)
  • Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) - TK hingga SMP
  • Rois/Tokoh Agama (1.781 orang)
  • Tenaga Honorer
  • Relawan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo
  • Kaum Duafa sekitar Pemerintahan
  • Duafa Binaan Rumah Tahanan
  • Pedagang/Usahawan Kecil di Sekitar Masjid