Strategi Caca Tengker dalam Menangani Aksi Mogok Makan pada Anak
Menghadapi Tantangan Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada Anak: Pendekatan Caca Tengker
Momen makan seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan bagi anak dan orang tua. Namun, tak jarang orang tua dihadapkan pada situasi yang membuat frustrasi, yaitu ketika anak melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM). Kondisi ini ditandai dengan penolakan makanan, bibir yang terkatup rapat, hingga tangisan saat disuapi. Jika dibiarkan berlarut-larut, GTM dapat mengganggu asupan nutrisi anak dan berpotensi menyebabkan penurunan berat badan.
Psikolog sekaligus ibu, Caca Tengker, berbagi pengalamannya dalam menghadapi tantangan GTM pada anak. Menurutnya, penting untuk memahami kondisi anak terlebih dahulu. "Jika anak terlihat sehat, saya cenderung menunda pemberian makanan hingga mereka benar-benar merasakan lapar," ujarnya dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (19/6/2025).
Namun, Caca menekankan bahwa sebagai orang tua, ia merasa bertanggung jawab untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi, terutama saat anak mengalami GTM. Dalam kondisi tersebut, ia akan berupaya mencari cara agar nutrisi tetap masuk ke dalam tubuh anak.
Langkah-langkah yang diterapkan Caca Tengker dalam mengatasi GTM:
- Menunda pemberian makan: Memberi kesempatan anak untuk merasakan lapar.
- Mengajarkan rasa lapar: Mengajari anak untuk mengenali dan memahami sensasi lapar.
- Mencari cara kreatif: Berusaha semaksimal mungkin agar nutrisi tetap terpenuhi.
Caca juga membahas tentang penggunaan gawai (gadget) saat makan. Meskipun ia pada prinsipnya melarang penggunaan gawai saat makan, namun ia memberikan pengecualian dalam kondisi tertentu. "Saat anak sakit dan benar-benar menolak makan, saya terkadang memperbolehkan mereka makan sambil menonton. Ini karena mereka membutuhkan nutrisi. Namun, jika tidak sakit, ada aturan yang jelas tentang penggunaan gawai," jelasnya.
Penting untuk diingat bahwa setiap anak unik dan memiliki kebutuhan yang berbeda. Strategi yang berhasil pada satu anak, belum tentu efektif pada anak lainnya. Oleh karena itu, orang tua perlu bersabar, kreatif, dan fleksibel dalam menghadapi tantangan GTM pada anak. Konsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi juga dapat membantu orang tua menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah makan pada anak.
Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab GTM dan pendekatan yang tepat, diharapkan orang tua dapat membantu anak melewati masa sulit ini dan kembali menikmati makanan dengan lahap.