Misteri Kematian Balita di Singkawang: Polisi Lakukan Ekshumasi untuk Ungkap Fakta Baru
Kota Singkawang digegerkan dengan penemuan mayat seorang balita bernama Rafa Fauzan, yang baru berusia 1 tahun 11 bulan, di halaman sebuah masjid. Pihak kepolisian, merespon permintaan keluarga dan adanya indikasi kejanggalan, melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) untuk dilakukan otopsi.
AKP Deddi Sitepu, Kasat Reskrim Polres Singkawang, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban secara ilmiah dan transparan. "Otopsi ini sangat penting untuk memberikan kejelasan terkait penyebab kematian almarhum, sehingga tidak ada lagi spekulasi yang berkembang," ujarnya.
Proses otopsi diharapkan dapat menjawab sejumlah pertanyaan yang muncul. Hasil visum awal menunjukkan adanya luka-luka pada tubuh korban, khususnya di wajah dan tangan. Temuan ini menimbulkan kecurigaan, mengingat keterangan tersangka yang telah ditangkap, UA alias AB, hanya mengaku membekap mulut dan hidung korban. Ketidaksesuaian antara hasil visum dan pengakuan tersangka inilah yang mendorong kepolisian untuk melakukan otopsi.
Charlie Nobel, kuasa hukum keluarga korban, menambahkan bahwa terdapat luka lain yang perlu diklarifikasi. "Kami menemukan luka di telinga dan goresan di kening korban. Otopsi diharapkan dapat memberikan penjelasan medis mengenai luka-luka ini," ungkapnya.
Kronologi Kejadian:
- 10 Juni 2025: Rafa Fauzan dilaporkan hilang dari rumah pengasuhnya di Jalan RA Kartini Gang Kapas, Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah.
- 13 Juni 2025: Jasad Rafa ditemukan di halaman depan masjid tak jauh dari lokasi hilangnya.
- 16 Juni 2025: Polisi menangkap UA alias AB di kawasan Pasar Hongkong, Jalan Budi Utomo. Pelaku mengaku sakit hati dengan perkataan pengasuh korban dan berniat agar pengasuh dituntut oleh keluarga korban.
Hasil Pemeriksaan Sementara:
Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku diduga kuat bertindak seorang diri. Pada hari kejadian, korban keluar dari rumah pengasuh sekitar pukul 11.45 hingga 12.00 WIB. Pelaku kemudian membekap dan membawa korban ke rumahnya yang berdekatan. Korban yang masih bernapas dimasukkan ke dalam karung plastik dan diletakkan di keranjang sepeda. Diduga, korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen.
Kepolisian menegaskan bahwa pengasuh dan keluarga korban tidak terlibat dalam kasus ini. Namun, penyidik masih terus mendalami keterangan pelaku dan mengumpulkan bukti-bukti lain untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat.
Kasus ini masih dalam pengembangan intensif oleh Polres Singkawang. Hasil otopsi diharapkan dapat memberikan titik terang dan mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian tragis Rafa Fauzan.