Kepala Daerah Bali Absen Tes Kesehatan Jelang Retreat, Wamendagri Beri Penjelasan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengumumkan penyesuaian jadwal pemeriksaan kesehatan bagi para kepala daerah dari Bali yang sedianya mengikuti rangkaian retreat kepala daerah gelombang kedua. Penundaan ini disebabkan oleh partisipasi aktif para kepala daerah dalam Pesta Kesenian Bali, sebuah acara ritual tahunan yang dianggap sangat penting bagi masyarakat setempat.
"Kami menerima informasi bahwa para kepala daerah di Bali saat ini tengah fokus pada Pesta Kesenian Bali," ujar Bima di BPSDM Kemendagri, Jakarta, Sabtu (21/06/2025). "Acara ritual tahunan ini memiliki makna yang mendalam, dan kami sangat menghargai komitmen mereka. Oleh karena itu, jadwal tes kesehatan mereka akan disesuaikan."
Sebagai solusi, Wamendagri Bima Arya menjelaskan bahwa tes kesehatan bagi rombongan kepala daerah Bali akan dilaksanakan pada Minggu pagi, sesaat setelah kedatangan mereka di Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi retreat di IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Sementara itu, pada hari yang sama, sebanyak 49 kepala daerah lainnya telah menyelesaikan serangkaian tes kesehatan di BPSDM Kemendagri. Pemeriksaan meliputi pengukuran tensi, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, serta wawancara mendalam mengenai kondisi kesehatan masing-masing.
"Sebanyak 49 kepala daerah telah hadir dan menjalani tes kesehatan," ungkap Bima.
Para peserta tes kesehatan dikelompokkan berdasarkan kondisi kesehatan mereka dan diberi tanda berupa pita dengan warna berbeda. Pita merah diberikan kepada lima orang yang memiliki riwayat kesehatan yang memerlukan perhatian khusus, seperti riwayat operasi. Pita kuning diberikan kepada lima orang yang memerlukan pengawasan kesehatan, namun tidak dalam kondisi yang terlalu serius. Sisanya, 39 orang, dinyatakan aman dan diberi pita biru.
Wamendagri Bima Arya menambahkan bahwa total 86 kepala daerah akan berpartisipasi dalam retreat di IPDN Jatinangor pada Minggu (22/06/2025). Para peserta dijadwalkan berangkat bersama-sama menggunakan kereta cepat Whoosh dari Kantor Kemendagri di Jakarta Pusat.
"Sesuai rencana, para peserta diharapkan hadir di kantor pusat Kemendagri pada pukul 08.00 pagi. Kemudian, pada pukul 10.00, kita akan berangkat bersama-sama menuju Bandung menggunakan kereta cepat Whoosh," jelas Bima.