Serangan Iran Merusak Rumah Sakit di Israel, Pasien Dievakuasi ke Tempat Aman
Gelombang serangan yang dilancarkan Iran terhadap Israel berdampak pada fasilitas kesehatan, salah satunya adalah Pusat Medis Soroka di Beer Sheva. Akibat serangan tersebut, asap tebal menyelimuti area rumah sakit dan serpihan logam serta pecahan kaca berserakan di sekitar lokasi.
Saksi mata, Alon Uzi, seorang pasien yang tengah menjalani perawatan di unit gawat darurat (UGD) menceritakan pengalamannya saat serangan terjadi. Ia mengaku tidak sempat mencari perlindungan akibat kejadian yang berlangsung sangat cepat. "Saya sedang berbaring ketika tiba-tiba terdengar ledakan keras. Belum sempat saya bereaksi, ledakan susulan terjadi dan sebagian langit-langit runtuh menimpa saya," ujarnya.
Bau bahan kimia bercampur debu memenuhi udara di dalam UGD. Proses evakuasi pasien terus dilakukan oleh tim penyelamat dengan menggunakan tandu. Mereka melewati bangsal-bangsal yang hancur akibat serangan. Sejumlah staf medis mengungkapkan bahwa pasien telah dipindahkan ke bunker atau tempat perlindungan darurat di bawah tanah sebelum serangan terjadi. Kementerian Kesehatan Israel melaporkan bahwa puluhan orang mengalami luka-luka akibat serangan ini.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam keras serangan terhadap rumah sakit tersebut. Ia menyatakan bahwa Iran akan membayar mahal atas tindakan yang dianggapnya sebagai serangan terhadap warga sipil. "Para pemimpin teroris Iran telah menembakkan rudal ke Rumah Sakit Soroka dan warga sipil tak berdosa. Kami akan membuat para tiran di Teheran membayar harga yang setimpal," tegasnya.
Direktur bangsal bersalin, Profesor Asher Bashiri, menggambarkan pemandangan mengerikan yang dilihatnya dari kantornya. "Bagian atas gedung retak dan api berkobar. Semuanya tampak hancur," ungkapnya. Profesor Asher menambahkan bahwa seluruh pasien telah dievakuasi ke area yang lebih aman sebelum serangan terjadi. Ia dan sejumlah staf merasa beruntung karena selamat dari kejadian tersebut. "Situasinya bisa jauh lebih buruk. Kami bersyukur masih hidup, meskipun dalam situasi yang sulit," katanya.
Direktur rumah sakit, Shlomi Codish, menjelaskan bahwa gedung bedah di bagian utara terkena dampak paling parah. Sejumlah bangsal hancur dan kerusakan meluas di seluruh area rumah sakit. Pihak rumah sakit berupaya memindahkan lebih dari 200 pasien ke pusat medis lain sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan kerusakan lebih lanjut. "Kami berusaha meminimalkan jumlah orang di rumah sakit karena khawatir bangunan akan runtuh," pungkasnya.
Upaya pemindahan pasien terus dilakukan dengan prioritas utama adalah keselamatan dan keamanan mereka. Situasi di sekitar rumah sakit masih tegang dan belum ada kepastian mengenai perkembangan selanjutnya.