Pertamina International Shipping Kirimkan Layanan Kesehatan Gratis ke Raja Ampat Melalui Rumah Sakit Terapung

PT Pertamina International Shipping (PIS) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) Indonesia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengoperasian Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II, sebuah fasilitas kesehatan terapung yang dikelola oleh Yayasan Dokter Peduli (doctorShare).

Saat ini, rumah sakit kapal tersebut berlabuh di Desa Kabare, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Daerah ini termasuk dalam kategori 3T dan memiliki populasi sekitar 1.880 jiwa yang tersebar di sembilan desa atau kelurahan. Namun, jangkauan layanan rumah sakit kapal ini tidak terbatas pada Distrik Waigeo Utara saja, melainkan mencakup seluruh distrik di Kabupaten Raja Ampat.

Rosa, Penanggung Jawab Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II, mengungkapkan bahwa sejak beroperasi pada 10 Juni hingga 28 Juni, rumah sakit telah melayani 1.337 pasien. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan, hingga tindakan bedah besar, semuanya diberikan secara gratis.

"Dalam tiga minggu pelayanan, kami telah melayani 1.337 pasien, dengan 1.087 kunjungan poli, 39 tindakan bedah, 12 kunjungan IGD, dan 198 peserta promosi kesehatan," ujar Rosa.

Rumah sakit kapal ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas medis modern, termasuk:

  • Ruang rawat inap dengan 21 tempat tidur
  • Ruang nifas
  • Ruang bersalin
  • Ruang operasi
  • Poli gigi
  • Poli umum
  • Poli spesialis
  • Apotek
  • Laboratorium radiologi
  • Bank darah

Selain itu, rumah sakit ini menyediakan layanan medis dasar hingga spesialis, dengan fokus pada lima spesialis dasar, yaitu:

  • Obstetri dan Ginekologi (Obgyn)
  • Bedah
  • Penyakit Dalam
  • Anak
  • Anestesi

Manager CSR PT Pertamina International Shipping (PIS), Alih Istik Wahyuni, menjelaskan bahwa dukungan terhadap program ini telah dilakukan sejak tahun 2023 dan 2024. Kerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorShare) kembali dilanjutkan tahun ini dengan menempatkan rumah sakit kapal di Desa Kabare. Pihaknya berharap layanan kesehatan dapat menjangkau hingga 4.000 warga.

Ketua Yayasan Dokter Peduli (doctorShare), Tutuk Utomo, menjelaskan bahwa Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II merupakan hasil konversi dari Accommodation Work Barge (AWB) dengan luas sekitar 900 meter persegi. Fasilitas ini dilengkapi dengan 21 tempat tidur rawat inap, ruang persalinan normal, dua ruang bedah mayor, ruang pemulihan, sembilan klinik untuk spesialis dan dokter umum, ruang IGD, ruang radiologi, dan laboratorium yang terintegrasi dengan bank darah.

Tutuk menambahkan bahwa rumah sakit telah melayani persalinan caesar. Menurutnya, isu utama dalam persalinan adalah angka kematian ibu yang cukup tinggi di Indonesia. Selama 20 hari pelayanan di Waigeo, rumah sakit telah melayani sekitar 1.300 pasien, termasuk dua operasi caesar.

Upaya PIS dalam mendukung layanan kesehatan di wilayah 3T ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PIS berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah 3T di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Maluku.