Evaluasi Kinerja Atlet, PBSI Terapkan Promosi-Degradasi Jelang Kejuaraan Dunia 2025
PBSI Terapkan Sistem Promosi-Degradasi untuk Tingkatkan Performa Atlet
Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali menerapkan sistem promosi dan degradasi bagi para atletnya. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk evaluasi dan upaya meningkatkan performa atlet nasional menjelang Kejuaraan Dunia 2025. Wakil Ketua PP PBSI, Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa evaluasi ini didasarkan pada hasil yang diraih atlet dalam beberapa turnamen terakhir.
"Evaluasi dilakukan bertahap, mempertimbangkan target yang telah dicanangkan sejak awal tahun," ujar Taufik Hidayat di Kantor Kemenpora, (1/7/2025). "Kami melihat bagaimana pencapaian mereka sejak Januari. Jika target tidak tercapai dan performa stagnan, kami akan evaluasi lebih lanjut. Kami juga akan melihat rekam jejak prestasi mereka sebelumnya. Jika tidak ada peningkatan yang signifikan, kami akan mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan kepada atlet lain yang potensial."
Taufik Hidayat juga menambahkan bahwa beberapa turnamen seperti Japan Open, China Open, dan Macau Open yang berlangsung pada pertengahan Juli hingga awal Agustus menjadi acuan penting dalam proses evaluasi ini. Namun, evaluasi juga dilakukan secara komprehensif, tidak hanya terpaku pada hasil turnamen tersebut.
"Ada beberapa atlet yang dievaluasi berdasarkan performa di tiga turnamen tersebut, ada juga yang sudah selesai masa pertandingan dan akan dikomunikasikan dengan BinPres dan pelatih," jelasnya. "Bahkan, evaluasi sudah dilakukan sebelum Kejuaraan Dunia dan Japan Open."
Kebijakan promosi dan degradasi ini bukan kali pertama diterapkan oleh PBSI. Sebelumnya, Taufik Hidayat juga sempat menyinggung rencana ini setelah melihat performa atlet yang kurang memuaskan pada periode Januari hingga April. Saat itu, Indonesia kehilangan tiga gelar juara di ajang All England dan Kejuaraan Asia.
Namun, pengumuman resmi terkait promosi dan degradasi saat itu ditunda untuk menjaga momentum positif setelah Indonesia meraih medali perunggu di Piala Sudirman. Selain itu, PBSI juga tidak ingin isu degradasi mengganggu fokus atlet yang bertanding di Taiwan saat itu.
Dengan adanya sistem promosi dan degradasi ini, PBSI berharap para atlet dapat termotivasi untuk terus meningkatkan performa dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia di kancah internasional.
Turnamen yang menjadi acuan evaluasi:
- Japan Open
- China Open
- Macau Open