Kenaikan Harga BBM Tak Goyahkan Pengguna Kendaraan Pribadi di Jakarta

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang diumumkan awal Juli 2025 lalu, tampaknya belum mampu menggeser preferensi masyarakat Jakarta terhadap penggunaan kendaraan pribadi. Sejumlah warga menyatakan tetap memilih mobil atau motor pribadi sebagai moda transportasi utama, meskipun harus merogoh kocek lebih dalam.

Maria, seorang ibu rumah tangga dari Rawamangun, Jakarta Timur, mengungkapkan bahwa kenyamanan menjadi prioritas utama baginya. Dengan dua anak dan kebutuhan berbelanja yang cukup banyak, ia merasa transportasi umum tidak praktis. "Naik transportasi umum itu ribet. Harus naik turun bus, jalan kaki jauh, belum lagi bawa barang belanjaan. Tidak efisien waktu," ujarnya.

Kenaikan harga Pertamax yang mencapai Rp 12.500 per liter disiasatinya dengan melakukan penyesuaian anggaran di pos pengeluaran lain. Ia memilih memangkas anggaran untuk hal-hal yang dianggap kurang penting, demi mempertahankan kenyamanan mobilitas keluarganya.

Senada dengan Maria, Arsyad, seorang karyawan swasta yang setiap hari melakukan perjalanan dari Ciputat, Tangerang Selatan ke kantornya di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, juga enggan beralih ke transportasi umum. Ia mengaku sempat mencoba menggunakan TransJakarta, namun merasa tidak nyaman dengan waktu tempuh yang lama dan kondisi bus yang seringkali penuh sesak.

"Dari rumah ke halte saja sudah lumayan jauh. Di dalam bus sering berdesakan, apalagi kalau bawa laptop atau dokumen pekerjaan, bisa sangat merepotkan. Jadi, saya lebih memilih mengeluarkan uang lebih untuk membeli bensin daripada harus stres di jalan," jelas Arsyad.

Arsyad, yang mengisi kendaraannya dengan Pertamax, mulai menghitung peningkatan pengeluaran bulanan akibat kenaikan harga BBM. Namun, ia tetap bertekad untuk berhemat di sektor lain, seperti mengurangi frekuensi makan di luar dan menahan diri dari berbelanja yang tidak perlu. Baginya, kenyamanan dan efisiensi waktu lebih berharga daripada sekadar berhemat.

Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) telah resmi melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Juli 2025. Berikut adalah rincian perubahan harga:

  • Pertamax: Naik dari Rp 12.100 menjadi Rp 12.500 per liter (naik Rp 400)
  • Dexlite: Naik dari Rp 12.740 menjadi Rp 13.320 per liter (naik Rp 580)
  • Pertamina Dex: Naik dari Rp 13.200 menjadi Rp 13.650 per liter (naik Rp 450)

Kenaikan harga ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh Maria dan Arsyad, banyak yang memilih untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi dan mencari cara lain untuk menyesuaikan anggaran mereka.