Indonesia dan Brasil Jajaki Kolaborasi Ekonomi Melalui Danantara dan Kemitraan Mercosur

Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Planalto, Brasilia, membuka lembaran baru dalam hubungan ekonomi antara kedua negara. Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah potensi kerja sama melalui Badan Pengelola Investasi Danantara milik Indonesia.

Prabowo menyampaikan optimismenya terkait penyelesaian perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Mercosur, blok perdagangan negara-negara Amerika Selatan. Ia meyakini kepemimpinan Brasil di Mercosur akan mempercepat proses tersebut. Dorongan kerja sama yang kuat antara kedua negara juga akan dilakukan melalui peran Danantara, yang diharapkan dapat menjadi katalisator investasi dan pengembangan proyek-proyek strategis.

Diskusi bilateral tersebut juga menyentuh prospek kerja sama di sektor peternakan, pertanian, dan industri pangan. Kedua negara melihat peluang besar untuk saling melengkapi dan meningkatkan ketahanan pangan. Indonesia dan Brasil bahkan sedang menjajaki kolaborasi dalam penelitian teknologi ketahanan pangan, sebagai upaya untuk menghadapi tantangan global di bidang ini.

Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Brasil. Ia menyambut baik rencana kunjungan ratusan pengusaha Brasil ke Indonesia, yang diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan konkret dan kerja sama yang saling menguntungkan. Kunjungan ini dipandang sebagai langkah penting untuk mempererat hubungan ekonomi dan membuka peluang bisnis baru bagi kedua negara.

Selain kerja sama ekonomi, Prabowo juga mengapresiasi program makan bergizi yang telah sukses dilaksanakan di Brasil. Ia mengakui bahwa program tersebut menjadi inspirasi bagi Indonesia dalam menjalankan program makan bergizi gratis untuk anak-anak dan ibu hamil. Program ini merupakan salah satu prioritas utama pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengatasi masalah gizi.

Prabowo mengundang Lula da Silva untuk berkunjung ke Indonesia pada Oktober 2025 mendatang. Undangan ini merupakan simbol eratnya hubungan bilateral antara kedua negara dan komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.

Lula da Silva dalam kesempatan yang sama menyoroti hubungan harmonis antara Indonesia dan Brasil. Ia memandang kunjungan Prabowo sebagai awal dari babak baru kemitraan yang lebih erat. Lula da Silva juga menyambut baik potensi masuknya Indonesia ke dalam organisasi BRICS dan New Development Bank. Menurutnya, hal ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Brasil ini menandai komitmen kuat kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, terutama ekonomi, dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan di tingkat regional dan global.