Eskalasi Konflik: Rusia Gempur Ukraina dengan Serangan Terbesar Sejak 2022, AS Janjikan Bantuan Rudal Patriot
Gelombang serangan udara dahsyat menghantam Ukraina, menandai eskalasi dramatis dalam konflik yang berkepanjangan. Serangan yang disebut-sebut sebagai yang terbesar sejak invasi Rusia pada Februari 2022 ini, menyasar sejumlah wilayah strategis, termasuk Volyn dan Lutsk di bagian barat Ukraina.
Serangan yang berlangsung dari Selasa malam hingga Rabu dini hari tersebut, melibatkan ratusan drone Shahed dan sejumlah rudal, total 741 senjata udara. Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa puing-puing dan serangan langsung menghantam setidaknya empat lokasi, dengan serpihan drone yang ditembak jatuh tersebar di 14 area terpisah.
Di tengah intensitas serangan yang meningkat, Amerika Serikat menjanjikan dukungan tambahan bagi Ukraina. Presiden Donald Trump, yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, menyatakan komitmennya untuk mengirimkan lebih banyak senjata pertahanan, termasuk sepuluh rudal Patriot canggih.
"Kami akan mengirimkan lebih banyak senjata yang kami miliki kepada mereka (Ukraina). Mereka harus mampu mempertahankan diri. Mereka sedang terpukul sangat keras sekarang," tegas Trump.
Trump juga mengindikasikan kemungkinan penerapan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia.
Janji bantuan dari AS muncul setelah serangan udara Rusia selama tujuh jam yang menghantam Kyiv. Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa "senjata pertahanan tambahan" akan dikirim ke Ukraina atas perintah Presiden Trump. Keputusan ini diambil setelah percakapan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang dipuji Zelensky sebagai yang terbaik selama ini.
Meskipun menyambut baik perubahan sikap AS, pejabat Ukraina menyatakan bahwa jumlah rudal Patriot yang dijanjikan "sangat kecil". Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan belum menerima pemberitahuan resmi tentang perubahan kebijakan tersebut dan menegaskan pentingnya "stabilitas, kontinuitas, dan prediktabilitas" dalam penyediaan senjata, terutama sistem pertahanan udara.
Kementerian Pertahanan Ukraina menyampaikan apresiasi atas dukungan AS dan upaya untuk mencapai perdamaian sejati.
Wali Kota Lutsk, Ihor Polishchuk, melaporkan kebakaran yang dipicu oleh serangan di sebuah garasi bersama dan bisnis setempat. Pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kerusakan lebih lanjut, dan belum ada laporan mengenai korban jiwa.
Serangan besar-besaran ini terjadi di tengah gelombang serangan yang lebih luas di seluruh Ukraina, termasuk ledakan di Kyiv dan kota-kota lainnya. Namun, para pejabat setempat menegaskan bahwa fokus utama serangan Rusia adalah wilayah Volyn dan Lutsk.