Perjuangan Balita Melawan Sembelit Kronis: Kisah Pilu dan Keterlambatan Diagnosis

Kisah Pilu Balita yang Berjuang Melawan Sembelit Parah

Kisah memilukan datang dari seorang balita bernama Ivan Novak, yang harus berjuang melawan sembelit kronis hingga nyaris merenggut nyawanya. Kondisi Ivan begitu parah hingga feses memenuhi sebagian besar tubuhnya, menyebabkan penderitaan hebat dan menghambat tumbuh kembangnya.

Elissa, ibu Ivan, menceritakan bahwa putranya mengalami muntah-muntah terus-menerus akibat tekanan dari usus besarnya yang dipenuhi tinja. Awalnya, Elissa tidak menyadari penyebab utama penderitaan Ivan. Ia harus berulang kali membawa putranya ke rumah sakit untuk mencari pertolongan.

"Perutnya sangat keras. Semua organnya tertekan," ungkap Elissa. Ia menggambarkan bagaimana usus besar Ivan yang membengkak menekan paru-paru dan lambungnya, menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan.

Perjuangan Mendapatkan Diagnosis yang Tepat

Elissa mengungkapkan bahwa ia harus menunggu berjam-jam di unit gawat darurat (UGD) hanya untuk mendapatkan enema bagi Ivan. Ia menyaksikan putranya kesakitan sepanjang waktu, merintih, atau hanya terbaring lemas karena kelelahan. Masa-masa itu sangat mengerikan dan traumatis bagi seluruh keluarga.

Kondisi Ivan yang memprihatinkan telah merampas masa kecilnya. Di usia lima tahun, Ivan telah mengalami perawatan rumah sakit sebanyak 25 kali dalam kurun waktu enam bulan pada tahun 2022. Foto-foto menunjukkan perut Ivan yang membengkak akibat sembelit yang parah.

Elissa merasa khawatir karena Ivan kesulitan untuk sekadar bangun sendiri. Setelah berulang kali mengunjungi dokter umum dan UGD, akhirnya dokter mendiagnosis Ivan menderita sembelit kronis yang telah memengaruhi seluruh usus besarnya. Elissa meyakini bahwa keterlambatan diagnosis tersebut hampir merenggut nyawa putranya.

Salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan diagnosis adalah kondisi genetik Ivan yang memengaruhi kemampuan kognitifnya. Elissa menjelaskan bahwa kondisi Ivan seringkali dianggap sebagai hal yang wajar bagi anak-anak disabilitas. Bahkan, seorang konsultan pernah mengatakan bahwa "anak-anak disabilitas hanya berteriak." Akibatnya, kondisi Ivan tidak diselidiki dengan benar dan tidak ditanggapi dengan serius hingga mencapai titik krisis.

Penanganan dan Dampak Sembelit pada Anak-Anak di Inggris

Setelah didiagnosis, Ivan diberikan obat pencahar dan menjalani pembersihan usus setiap hari. Kondisinya kini berangsur membaik dan terkendali.

Menurut data dari badan amal Bladder and Bowel UK, sekitar 1,5 juta anak di Inggris mengalami sembelit. Jumlah anak-anak hingga usia 16 tahun yang dirawat di rumah sakit karena sembelit telah mencapai titik tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Pada periode 2023-2024, tercatat lebih dari 44.000 kasus rawat inap akibat sembelit.

Davina Richardson, seorang perawat spesialis dari badan amal tersebut, menjelaskan bahwa sembelit seringkali tidak dianggap sebagai masalah serius oleh sebagian tenaga kesehatan. Ia menambahkan bahwa membahas masalah buang air kecil dan buang air besar masih dianggap tabu di Inggris, sehingga masalah sembelit pada anak-anak seringkali terabaikan.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan sembelit pada anak-anak antara lain:

  • Kurang asupan serat
  • Kurang minum air
  • Menahan buang air besar
  • Perubahan pola makan
  • Kondisi medis tertentu

Sangat penting bagi orang tua dan pengasuh untuk mengenali tanda-tanda sembelit pada anak-anak dan segera mencari pertolongan medis jika diperlukan. Penanganan yang tepat dan cepat dapat mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak.