Budi Arie Tanggapi Santai Pergantian Jabatan Menteri Koperasi oleh Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto baru saja menunjuk Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi yang baru, menggantikan Budi Arie Setiadi. Prosesi serah terima jabatan (sertijab) telah dilaksanakan di kantor Kementerian Koperasi, menandai secara resmi transisi kepemimpinan tersebut.

Menanggapi pergantian dirinya, Budi Arie Setiadi menyatakan tidak terkejut dengan keputusan Presiden Prabowo. Ia mengungkapkan bahwa informasi mengenai pergantian tersebut diterimanya setelah mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR. "Tidak ada yang perlu dikagetkan, ini hal biasa. Saya diberi tahu sekitar pukul 14.30 setelah rapat kerja," ujarnya usai sertijab.

Budi Arie menegaskan bahwa penunjukan dan penggantian menteri adalah hak prerogatif presiden, dan ia menghormati sepenuhnya keputusan tersebut. Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan Prabowo. "Itu adalah hak prerogatif Presiden. Tentu saja kami akan terus mendukung Presiden Prabowo, karena kami adalah bagian dari tim pemenangan," tegasnya.

Saat ditanya mengenai rencana ke depannya setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Koperasi, Budi Arie menjawab dengan nada bercanda, "Semuanya pasti akan kembali seperti semula. Yang pasti, saya akan kembali ke rumah."

Dalam pidatonya saat sertijab, Budi Arie menyampaikan bahwa dirinya menerima keputusan Presiden Prabowo dengan lapang dada. "Seperti yang kita ketahui bersama, pada hari Senin, 8 September kemarin, Bapak Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih, termasuk di Kementerian Koperasi. Saya sangat menghormati keputusan tersebut," ujarnya.

Budi Arie juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk mengabdi sebagai Menteri Koperasi. Ia berharap Ferry Juliantono, sebagai penggantinya, dapat menjalankan tugas dengan baik. Menurutnya, Ferry bukanlah sosok asing di lingkungan Kementerian Koperasi dan memiliki pemahaman yang baik mengenai seluk-beluk perkoperasian.

Pada kesempatan tersebut, Budi Arie juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pegawai Kementerian Koperasi jika selama masa jabatannya terdapat kebijakan atau tindakan yang kurang berkenan. Ia menyadari bahwa sebagai manusia biasa, dirinya tidak luput dari kesalahan dan kekurangan.

"Saya memohon maaf yang tulus apabila selama menjabat terdapat kekhilafan, sikap, maupun kebijakan yang tidak sempurna dalam koordinasi, komunikasi sehari-hari, serta hal-hal yang mungkin menjadi beban tambahan bagi rekan-rekan sekalian. Saya adalah manusia biasa yang tentu tidak luput dari kekurangan. Semoga semua itu dapat dimaafkan dan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua," pungkasnya.