DIY Tetap Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga Jelang Lebaran 2025

DIY Tetap Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga Jelang Lebaran 2025

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 8 April 2025. Keputusan ini diambil menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terus melanda wilayah DIY. Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan bahwa perpanjangan status siaga ini merupakan langkah antisipatif mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih tinggi. "Peringatan dini BMKG menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi setiap hari," ujar Noviar dalam keterangannya pada Rabu (12/3/2025).

Prediksi cuaca ekstrem ini mencakup periode Idul Fitri 2025. BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan senantiasa memantau informasi cuaca terkini sebelum melakukan aktivitas, terutama perjalanan selama libur Lebaran. "Kami akan segera merilis peta potensi banjir dan cuaca ekstrem untuk membantu masyarakat dalam mempersiapkan diri," tambah Noviar. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi akibat cuaca buruk, khususnya selama periode liburan yang diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.

Sementara itu, dampak dari kejadian hujan es beberapa waktu lalu masih terasa di sejumlah wilayah. Hujan es yang terjadi telah mengakibatkan kerusakan di tiga wilayah, yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Kerusakan tersebut meliputi puluhan pohon tumbang dan kerusakan fasilitas umum. Berikut rincian dampaknya:

  • Kabupaten Sleman: Delapan kapanewon terdampak, meliputi Depok, Melati, Gamping, Godean, Ngaglik, Seyegan, Sleman, dan Tempel. Tercatat 36 titik pohon tumbang, 13 rumah rusak, akses jalan terhambat di 10 titik, jaringan listrik terputus di 8 titik, serta kerusakan pada kendaraan dan fasilitas pendidikan.
  • Kota Yogyakarta: Empat kemantren terdampak, yaitu Jetis, Gondokusuman, Tegalrejo, dan Danurejan.
  • Kabupaten Bantul: Empat kapanewon terdampak, yakni Pleret, Kasihan, Banguntapan, dan Bantul.

BPBD DIY menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, termasuk dengan mempersiapkan langkah-langkah mitigasi bencana. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan BPBD DIY guna mengantisipasi potensi bahaya yang mungkin timbul.