Cuaca Ekstrem Landa Wonosobo: 20 Lokasi di 18 Desa Terdampak, Akses Jalan Terhambat

Cuaca Ekstrem Landa Wonosobo: 20 Lokasi di 18 Desa Terdampak, Akses Jalan Terhambat

Kabupaten Wonosobo dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir pada Rabu malam, 12 Maret 2025. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan di 20 titik lokasi yang tersebar di 18 desa/kelurahan di empat kecamatan. Berbagai kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum dilaporkan, menimbulkan gangguan aksesibilitas dan kerugian materiil bagi warga setempat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo mencatat kejadian ini sebagai bencana alam yang membutuhkan penanganan segera dan koordinasi antar instansi terkait.

Kerusakan yang terjadi meliputi: pohon tumbang yang menutup akses jalan di sejumlah lokasi, kerusakan rumah warga akibat tertimpa pohon, kerusakan atap rumah dan bangunan ruko, dan robohnya tiang listrik yang menyebabkan gangguan jaringan listrik. Kondisi ini mengakibatkan terhambatnya akses warga di beberapa area, terutama di daerah terdampak pohon tumbang. Dampak yang ditimbulkan cukup signifikan, mengharuskan BPBD Wonosobo untuk melakukan peninjauan lapangan dan pendataan kerugian secara menyeluruh.

Berikut rincian kerusakan berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Wonosobo:

  • Kecamatan Kertek (10 titik): Pohon tumbang di Dusun Prumbanan, Desa Purwojati; Dusun Marong, Desa Karangluhur; pohon bambu roboh menimpa rumah makan di Dusun Kenteng, Desa Bojasari (sudah ditangani); tiang listrik roboh di Dusun Trajon (belum tertangani); kerusakan rumah di Desa Banjargede dan Dusun Semampir, Desa Ngadikusuman; pohon beringin roboh di TPU Desa Kalicecep; kerusakan atap rumah dan ruko di Desa Pagerejo dan Desa Candimulyo.
  • Kecamatan Kalikajar (4 titik): Angin kencang merusak rumah warga di Dusun Seprih dan Dusun Sukoyoso, Desa Tegalombo; pohon tumbang di Desa Kaliwaru (sudah dibersihkan); pohon tumbang di Dusun Madusari, Desa Maduretno (menimpa rumah warga, belum tertangani).
  • Kecamatan Wonosobo (3 titik): Pohon tumbang di Desa Bomerto (menimpa jaringan listrik PLN dan menutup akses jalan di sekitar SMPN 3 Wonosobo); tanah longsor dan pohon tumbang menutup akses jalan antar dusun menuju Dusun Ngelo, Desa Sariyoso (sebagian tertangani).
  • Kecamatan Mojotengah (2 titik): Angin kencang merusak atap empat rumah di Desa Candirejo; pohon tumbang di area SMPN 3 Mojotengah.

Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo, Dudy Wardoyo, menjelaskan bahwa hujan lebat yang berlangsung dari pukul 17.50 hingga 22.30 WIB menjadi kendala utama dalam proses penanganan bencana. Pemadaman listrik akibat gangguan jaringan juga memperlambat upaya penanganan di beberapa lokasi. BPBD Wonosobo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kebutuhan darurat jika terdampak bencana.

Proses pemulihan dan perbaikan infrastruktur masih berlangsung. Kerja sama antara BPBD, pemerintah desa setempat, dan pihak terkait lainnya menjadi krusial dalam meminimalisir dampak dan membantu warga yang terdampak. BPBD juga menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.