Ketidakpastian THR Bagi Pengemudi Ojol di Pematangsiantar Jelang Lebaran

Ketidakpastian THR Bagi Pengemudi Ojol di Pematangsiantar Jelang Lebaran

Jelang perayaan Idul Fitri 1446 H, para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, masih menanti kejelasan terkait pencairan tunjangan hari raya (THR). Hingga pertengahan Maret 2025, belum ada informasi resmi dari perusahaan aplikasi ojol terkait besaran THR dan kriteria penerima. Ketidakpastian ini menimbulkan keresahan di kalangan para pengemudi yang menggantungkan sebagian pendapatannya pada pekerjaan ini.

Salah seorang pengemudi Grab, P. Tambunan (53), mengungkapkan kekhawatirannya. "Sebagai mitra Grab, sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi mengenai THR. Informasi yang beredar menyebutkan pencairan akan dilakukan seminggu sebelum Lebaran, namun belum ada kepastian," ujarnya saat ditemui di sebuah kedai kopi di Jalan Gereja, Pematangsiantar, Kamis (13/3/2025). Tambunan menambahkan bahwa instruksi Presiden Prabowo terkait pencairan THR memang menjadi perbincangan hangat di kalangan sesama pengemudi ojol. Ia pun mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak berekspektasi terlalu tinggi, meskipun THR sangat berarti bagi mereka mengingat potongan biaya yang cukup besar dari setiap orderan, termasuk pajak dan asuransi keselamatan pengemudi.

Sentimen yang sama juga diungkapkan oleh Pan Rumapea (55), pengemudi ojol lain yang telah bermitra sejak 2020. Ia menyambut gembira rencana pencairan THR, namun menyayangkan minimnya informasi detail. "Kalau di Maxim, ada pemberitahuannya. Mereka menyebutkan pencairan sekitar seminggu sebelum Lebaran, tetapi besarannya belum pasti karena kebijakan setiap perusahaan berbeda-beda," jelasnya. Rumapea berharap besaran THR yang diterima nantinya sebanding dengan penghasilan bulanannya. Ia juga menyebutkan beberapa syarat yang beredar di kalangan pengemudi, seperti akun aktif, minimal 100 penumpang dalam enam bulan terakhir, serta tidak memiliki ulasan negatif atau pelanggaran selama berkendara.

Sementara itu, Arif Setiawan (28), pengemudi Gojek, juga turut mengungkapkan harapannya akan adanya transparansi dari pihak perusahaan aplikasi. Meskipun pekerjaan ojol sering dianggap sebagai pekerjaan sampingan, Arif menekankan pentingnya kejelasan aturan pencairan THR. "Saya aktif mencari penumpang, tidak memiliki pelanggaran, dan ulasan saya juga positif. Saya berharap bisa mendapatkan THR untuk menambah semangat kerja," harapnya.

Ketiga pengemudi tersebut mewakili keresahan banyak pengemudi ojol lainnya di Pematangsiantar. Ketidakjelasan informasi mengenai THR menjelang Lebaran menimbulkan kecemasan dan harapan yang bercampur aduk. Mereka berharap agar pihak perusahaan aplikasi ojol segera memberikan kejelasan terkait hal ini agar para pengemudi dapat merencanakan kebutuhan mereka menjelang hari raya.

Berikut poin penting yang menjadi keresahan para pengemudi ojol: * Ketidakpastian Besaran THR: Belum ada informasi resmi mengenai jumlah THR yang akan diterima. * Kriteria Penerima THR: Syarat dan ketentuan penerimaan THR masih belum jelas dan beragam antar perusahaan aplikasi. * Minimnya Komunikasi: Kurangnya komunikasi dan transparansi dari pihak perusahaan aplikasi ojol kepada para mitra pengemudi. * Potongan Biaya yang Tinggi: Potongan biaya yang cukup besar dari setiap orderan membuat THR sangat penting bagi kesejahteraan para pengemudi.