Etika Interpretasi Karya: Jimi Multhazam dan Penghormatan Terhadap Lagu 'Kuning' Milik Mrky
Etika Interpretasi Karya: Jimi Multhazam dan Penghormatan Terhadap Lagu 'Kuning' Milik Mrky
Musisi Jimi Multhazam, dikenal sebagai vokalis band MORFEM dan The Upstairs, baru-baru ini memberikan penjelasan terkait etika dalam membawakan lagu ciptaan orang lain. Pernyataan ini muncul menyusul interpretasi ulang lagu "Kuning" milik band indiepop Mrky yang dipopulerkan kembali oleh MORFEM pada tahun 2016. Dalam wawancara di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2025), Multhazam menekankan pentingnya penghormatan dan transparansi dalam proses tersebut.
Multhazam secara tegas menyatakan bahwa ia selalu meminta izin kepada Mrky sebelum membawakan lagu "Kuning". Ia tidak hanya sekadar mendapatkan izin, tetapi juga secara aktif menjaga hubungan baik dengan personel Mrky. "Saya selalu menyebut Mrky sebagai pencipta lagu ini, bahkan dalam penampilan panggung," ujar Multhazam. "Bahkan dalam proyek-proyek lain yang berkaitan dengan 'Kuning', saya tetap berhubungan langsung dengan mereka. Ini soal moral," tambahnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penghormatan tersebut juga terwujud dalam pengakuannya atas Mrky sebagai band indiepop yang menginspirasinya, yang disampaikan secara terbuka kepada penonton selama pertunjukan. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk memberikan apresiasi yang selayaknya kepada pencipta karya asli.
Penggunaan kembali lagu "Kuning" oleh MORFEM, yang telah diaransemen ulang, menunjukan keberhasilan dalam menghidupkan kembali lagu tersebut. Keberhasilan ini bukan hanya soal popularitas, melainkan juga soal bagaimana proses tersebut dijalankan dengan mengedepankan etika dan transparansi. Hal ini penting karena dapat menjadi contoh bagi musisi lain dalam menghadapi dilema serupa.
Terkait royalti, Multhazam mengakui hingga saat ini belum pernah terlibat dalam permasalahan tersebut. Sebagai musisi indie yang tidak terikat dengan label rekaman, ia telah secara proaktif menghindari potensi konflik dengan menciptakan karya-karyanya sendiri bersama The Upstairs. Pengalaman ini, menurutnya, menjadi pelajaran berharga dan meminimalisir potensi permasalahan hak cipta di masa mendatang.
Pengalaman Multhazam dalam menggarap ulang lagu "Kuning" menjadi studi kasus yang menarik mengenai etika dalam bermusik. Ia tidak hanya menunjukkan bagaimana menghormati karya orang lain, tetapi juga bagaimana pentingnya komunikasi dan transparansi dalam industri musik. Komitmennya untuk selalu memberikan kredit kepada pencipta asli karya, serta menjaga hubungan yang baik dengan Mrky, mencerminkan integritas dan profesionalisme di dunia musik indie.
Poin-poin penting:
- Selalu meminta izin kepada Mrky sebelum membawakan lagu "Kuning".
- Menjaga hubungan baik dan komunikasi yang terbuka dengan Mrky.
- Memberikan kredit kepada Mrky sebagai pencipta lagu secara terbuka di setiap penampilan.
- Belum pernah terlibat masalah royalti, karena menciptakan lagu sendiri bersama The Upstairs.
- Menekankan pentingnya etika dan transparansi dalam industri musik.