Keberlanjutan Dorong Pertumbuhan Bisnis: Survei Ungkap Dampak Positif pada Penjualan dan Reputasi Perusahaan
Keberlanjutan sebagai Penggerak Pertumbuhan Bisnis: Temuan Survei Terbaru
Sebuah survei terbaru yang melibatkan 320 eksekutif senior dari berbagai sektor industri mengungkap korelasi positif yang signifikan antara praktik keberlanjutan dan kinerja bisnis. Studi kolaboratif yang dilakukan oleh ERM Sustainability Institute, Salesforce, GlobeScan, Accounting for Sustainability, dan SustainableIT.org menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen responden melaporkan peningkatan penjualan yang signifikan berkat inisiatif keberlanjutan yang dijalankan perusahaan mereka. Temuan ini menegaskan peran krusial keberlanjutan dalam mencapai kesuksesan komersial di era modern.
Survei tersebut juga menemukan bahwa dua pertiga eksekutif menganggap keberlanjutan sebagai faktor penentu keberhasilan bisnis. Peningkatan citra merek dan reputasi perusahaan menjadi manfaat utama yang dirasakan. Lebih dari itu, 61 persen responden menyatakan bahwa praktik keberlanjutan berkontribusi pada peningkatan daya tarik dan retensi karyawan, sebuah faktor kunci dalam persaingan perekrutan talenta berkualitas tinggi. Ketahanan rantai pasokan juga mengalami peningkatan berkat inisiatif keberlanjutan, dengan persentase responden yang melaporkan peningkatan ketahanan tersebut naik dari 44 persen tahun lalu menjadi 56 persen tahun ini.
Meskipun manfaatnya sudah terbukti nyata, survei ini juga mengungkap tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis inti. Hanya 37 persen responden yang melaporkan telah mengintegrasikan keberlanjutan secara penuh ke dalam strategi bisnis inti perusahaan mereka. Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan akan strategi yang lebih terintegrasi dan komprehensif dalam mengimplementasikan praktik keberlanjutan.
Peran Kunci Departemen Keuangan dan Teknologi dalam Keberlanjutan
Survei ini juga menyoroti peran penting departemen keuangan dan teknologi dalam mendorong kemajuan keberlanjutan. Sebanyak 61 persen pemimpin keuangan dan 46 persen profesional TI menyatakan bahwa pertimbangan keberlanjutan memiliki peringkat tinggi atau sangat tinggi dalam proses pengambilan keputusan mereka. Namun, survei juga mengungkapkan adanya kesenjangan dalam pemahaman dan keahlian keberlanjutan di kedua departemen tersebut. Hanya 32 persen pemimpin keuangan dan 23 persen profesional TI yang melaporkan memiliki pemahaman tinggi atau sangat tinggi tentang keberlanjutan.
Akses Data dan Peran Kecerdasan Buatan (AI)
Ketersediaan data keberlanjutan berkualitas tinggi juga menjadi tantangan. Hanya sekitar 30 persen perusahaan yang memiliki akses ke data tersebut, meskipun angka ini menunjukkan sedikit peningkatan dari 27 persen tahun lalu. Sementara itu, adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung inisiatif keberlanjutan masih relatif rendah. Hanya 6 persen responden yang melaporkan bahwa AI telah memberikan nilai signifikan untuk keberlanjutan, meskipun 50 persen mengantisipasi peran AI yang lebih besar dalam dua tahun mendatang.
Kesimpulannya, survei ini menyoroti pentingnya keberlanjutan sebagai pendorong pertumbuhan bisnis, sekaligus mengungkap tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai integrasi yang lebih menyeluruh. Peningkatan pemahaman, akses data berkualitas tinggi, dan pemanfaatan teknologi seperti AI akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan keberlanjutan dan meraih manfaat bisnis yang maksimal.